Amaliyah Ramadan: Menjemput Lailatul Qadar dan Memperkuat Literasi Regulasi
Oleh KUA kebasen
Purwokerto – Memasuki fase krusial di bulan suci Ramadhan 1447 H, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas kembali menyelenggarakan kegiatan Amaliyah Ramadhan. Kegiatan yang dipandu oleh Soniyah ini menjadi ajang penguatan spiritual sekaligus intelektual bagi seluruh aparatur di lingkungan Kemenag. Senin (16/03)
Dalam sesi kultum, Eko Sundoro mengupas tuntas keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan yang merupakan puncak rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka (itqun minan nar). Beliau mengingatkan bahwa fase ini bukanlah waktu untuk bersantai atau sekadar sibuk dengan urusan dunia.
"Rasulullah tidak pernah melewatkan sepuluh malam terakhir karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ini adalah rahasia Allah, maka jangan dilewatkan. Hidupkan qiyamullail meski hanya beberapa rakaat, kurangi kegiatan duniawi, bahkan jika perlu tunda sejenak urusan pulang kampung demi fokus beribadah," tegas Eko Sundoro.
Beliau juga menyentil fenomena masyarakat yang umumnya semangat di awal namun kendor di akhir, padahal Allah menyimpan "hadiah" utama di penghujung Ramadhan.
Kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama, membaca Surah Ali Imran mulai ayat 92 juz 4. Ayat-ayat yang dibaca memberikan peringatan keras kepada orang-orang kafir mengenai adzab yang pedih. Tadarus diakhiri pada ayat 130-132 yang secara spesifik mengingatkan umat Islam tentang bahaya riba dan ancamannya, serta perintah untuk taat kepada Allah dan Rasul agar mendapat rahmat.
Ustadz Basarudin, dalam kajian kitabnya memberikan penekanan khusus pada kewajiban zakat. Beliau mengingatkan agar jangan sampai Ramadhan berakhir tanpa menunaikan kewajiban zakat fitrah maupun zakat mal bagi yang sudah memenuhi nisab.
Beliau juga menyoroti pergeseran fokus masyarakat menjelang lebaran. "Makhluk Allah lainnya menangisi berakhirnya Ramadhan karena khawatir tidak berjumpa lagi tahun depan. Namun manusia seringkali terjebak dalam euforia; sibuk membuat makanan dan berbelanja secara berlebihan. Seharusnya, di hari-hari terakhir ini kita memperbanyak introspeksi diri dan istighfar," jelasnya.
Sebagai penutup rangkaian acara, kegiatan Amaliyah ini juga diisi dengan pemaparan aspek kedinasan, yakni pembahasan Permenag Nomor 30 Tahun 2024. Fokus pembahasan terletak pada Bab X mengenai Tata Cara Penulisan (Pasal 45-49).
Pembahasan ini bertujuan agar seluruh ASN Kemenag Banyumas memiliki standar yang seragam dan profesional dalam penyusunan dokumen kedinasan, sehingga tertib administrasi tetap terjaga di tengah suasana menjalankan ibadah puasa.
