Banjir di Berbagai Wilayah, Kepala MAN 3 Banyumas Ambil Kebijakan PJJ

Oleh MAN 3 Banyumas
SHARE

 

 

Banjir di Berbagai Wilayah,

Kepala MAN 3 Banyumas Ambil Kebijakan PJJ

Banyumas—Hujan deras semalam suntuk di wilayah Kecamatan Sumpiuh dan sekitarnya telah mengakibatkan banjir. Banjir terjadi sejak dini hari tadi, sekira pukul 01.30 (15/3). Kepala MAN 3 Banyumas, Suratno, memantau kondisi wilayah Sumpiuh sejak dini hari. Berbagai laporan tentang banjir di wilayah Sumpiuh dan sekitarnya pun menjadi perhatian tersendiri. Banyaknya siswa yang rumah dan area lingkungannya kebanjiran dan akses jalan raya menuju wilayah Sumpiuh yang juga banjir, akhirnya membuat Suratno mengambil kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Selasa ini (15/3).

Hujan deras mengguyur wilayah Sumpiuh dan sekitarnya sejak sekitar pukul 20.00 malam tadi. Hujan ternyata juga hamper merata di berbagai wilayah. Bahkan wilayah Sumpiuh dan sekitarnya juga padam listrik. Derasnya hujan dengan durasi yang lama akhirnya mengakibatkan banjir.

Banyak siswa yang melaporkan pada wali kelasnya tentang banjir yang melanda lingkungannya. Seperti Alfin, siswa kelas XI IPA 1, sejak pukul 05.05 sudah menyampaikan kondisi rumahnya di Desa Selandaka yang kebanjiran hingga selutut orang dewasa sehingga minta izin tidak masuk. Begitu juga Hidayatul Fitriyah, dari kelas yang sama, melaporkan kebanjiran yang melanda rumahnya, di Desa Kedungpring, Kemranjen. Banjir masuk rumahnya sampai sebatas lutut. Naufal, kelas XII IPA 3 juga kebanjiran. Rumahnya di Desa Lebeng. Hany Lutfianti XI IPA 3 melaporkan juga rumahnya di Desa Karanggedang, rumahnya kebanjiran hingga sepaha orang dewasa. Selain itu, banyak lagi siswa di beberapa desa wilayah Sumpiuh dan sekitarnya, yang mengalami kebanjiran.

Selain rumah dan lingkungan, ternyata banjir juga menggenangi area jalan raya yang merupakan akses menuju MAN 3 Banyumas. Banjir besar terjadi di Jalan Nasional III di area Kedungpring, Kemranjen. Hal itu mengakibatkan guru-guru dan pegawai MAN 3 Banyumas yang rumahnya di daerah Purwokerto, Rawalo, Patikraja, tidak bisa melewatinya. Jalan raya dari arah Kroya dan Pucung, berdasarkan pantauan di media sosial, juga banjir sampai sekitar 150 cm. Kemudian jalan arah Nusawungu ke Sumpiuh bahkan banjir sampai sekitar 170 cm. Praktis, guru-guru dan siswa yang rumahnya di Adipala, Pucung, Danasri, Nusawungu, Kuntili, juga tidak bisa melewatinya. Oleh karena itulah, demi menjaga keselamatan dan kesehatan siswa, juga guru dan pegawai MAN 3 Banyumas, Suratno mengambil kebijakan PJJ.

(Tim Media MAN 3 Banyumas)