Bupati Banyumas Resmikan Pondok Putri MWI Kebarongan

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas : “ Era saat ini media social berkembang sangat bebas, dan susah dikendalikan untuk itu pandai pandai memilih informasi, selalu kros cek, dan tabayun, agar tetap terjaga kedamainanya, tetap terjaga tepa sliranya (toleransi).”  Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas  Drs. H. Akhsi Aedi . M.Ag.,  Kasi PD Pontren Naufal Iskandar, anggota DPRD Banyumas Ahmad Saeful Hadi , dalam acara  peresmian pondok putri Khatijah dan peletakan batu pertama pembangunan pondok putra Abu Bakar serta reuni akbar di Pondok Pesantren MWI Kebarongan Kemranjen Banyumas. Sabtu, (5 /03)

Hadir dalam acara tersebut jajaran forkompinda,  Forkompinca, pembina dan pengasuh pondok pesantren serta alumni lintas angkatan.

Dalam sambutannya Achmad Husein menyampaikan bahwa diera saat ini media sosial berkembang sangat bebas, dan susah dikendalikan untuk itu pandai pandai memilih informasi, selalu kros cek, dan tabayun, agar tetap terjaga kedamainanya, tetap terjaga tepa sliranya .

“ Kita harus  selalu merawat pondok kita, kita harus menjaga pondok kita,  menjaga lingkungan disekitar kita , jaga Banyumas, Jaga Jawa Tengah, dan Jaga Indonesia, agar tetap terpelihara dan kuat sejahtera”. Terangnya .

Sementara dalam acara tersebut Akhsin Aedi menyampaikan harapan pada Pondok Pesantern MWI Kebarongan untuk selalui melahirkan  Ghulamun ‘aliimun atau  generasi muda yang berilmu, Ghulamun haliimun atau genersi  muda yang memiliki ketajaman dan kedalaman berpikir, menjaga kesabaran dan memiliki toleransi yang terjaga.

“ Menjadi generasi yang ulil aidi wal abshor  , generasi yang punya kekuata, generasi yang lengkap yang memiliki ilmu pengetahuan. Generasi yang berakhlak, generasi yang punya wawasan luas, memiliki kemampuan IT yang mumpuni.  Mudah-mudahan akan selalu bisa dilhasilkan generasi tersebut dari pondok pesantern MWI ini “. Tuturnya.

 “ Ini juga merupakan keberkahan yang sangat luar biasa, karena berkat do’a para rekan  guru /ustadz, do’a para pengasuh MWI saya dapat melaksanakan tugas sampai menjadi Kepala Kemenag di Banyumas. Dan pada kesempatan menjelang akhir tugas saya, saya dipertemukan kembali untuk bersilaturahmi di pondok MWI ini. Ini merupakan keberkahan yang luar biasa. “ Pungkasnya.