Cahaya di Usia Senja, Penyuluh Agama Islam Hadir Membimbing Baca Al-Quran di PPSLU Sudagaran
Oleh HUMAS
Banyumas – Semangat belajar Al-Qur'an tidak mengenal batasan usia. Hal ini terbukti dari antusiasme para lanjut usia (lansia) di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran, Banyumas, yang rutin mengikuti bimbingan baca Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh para penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Banyumas. Selasa (04/10)
Kegiatan pembinaan rohani ini merupakan inisiatif para penyuluh agama Islam sebagai bagian dari program dakwah dan bimbingan keagamaan rutin di wilayah binaan, termasuk di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan spiritualitas para penghuni panti, bimbingan ini tidak hanya fokus pada bacaan Al-Qur'an, tetapi juga menyertakan pembelajaran dasar Iqro bagi yang belum lancar membaca dilaksanakan rutin setiap hari Selasa, serta tausiyah di hari Kamis.
"Meskipun usia sudah senja, semangat mereka luar biasa. Kami berusaha memberikan pembinaan dengan metode yang mudah dan pendekatan yang humanis agar para lansia bisa memahami dan mempraktikkan baca tulis Al-Qur'an dengan baik," ungkap salah satu penyuluh agama, Irlia Kusdiantasi, yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Metode pembelajaran yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan keteladanan, disesuaikan dengan kondisi fisik dan kemampuan para lansia. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban, di mana para peserta terlihat antusias berinteraksi dan melantunkan ayat suci Al-Qur'an bersama-sama.
Kepala PPSLU Sudagaran Kusuma Ningrum menyambut baik kegiatan ini. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran para penyuluh agama Islam. Bimbingan rutin ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketenangan jiwa dan keimanan para lansia di panti kami," ujarnya.
Diharapkan, kegiatan mulia ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain tentang pentingnya perhatian terhadap aspek spiritual para lansia di panti pelayanan sosial, memastikan mereka tetap mendapatkan bimbingan agama yang layak di masa tua mereka. (Diah)
