Dampingi Langkah Generasi Qurani dengan Doa dan Ketulusan

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Pagi itu, senyum-senyum polos menghiasi wajah para santri yang melangkah dengan penuh harapan menuju arena Seleksi Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Tingkat Kecamatan Jatilawang. Di tangan mereka tergenggam bekal ilmu yang telah dipelajari selama bertahun-tahun, sementara di dalam hati tersimpan doa-doa yang dipanjatkan oleh orang tua dan para guru. Di tengah perjalanan penuh makna tersebut, hadir Ustadzah Muji Riyanti, Staf Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, yang dengan penuh kasih mendampingi santri TPQ Miftahus Sa'adah Desa Gentawangi mengikuti ajang pembinaan generasi Qurani tersebut. Senin (29/06)

Pendampingan yang dilakukan bukan sekadar memastikan para peserta hadir tepat waktu atau mengikuti setiap tahapan perlombaan. Lebih dari itu, Ustadzah Muji Riyanti menghadirkan ketenangan, memberikan motivasi, serta menanamkan keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan niat karena Allah adalah bagian dari ibadah yang bernilai mulia.

Festival Anak Sholeh Indonesia merupakan wahana pembinaan bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi keagamaan, memperkuat akhlakul karimah, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam menampilkan kemampuan terbaiknya. Melalui berbagai cabang perlombaan, para santri tidak hanya diuji keterampilannya, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, jujur, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Di sela-sela kegiatan, Ustadzah Muji Riyanti terus memberikan semangat kepada para santri agar tampil dengan tenang dan percaya diri. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi juga dari keberanian untuk mencoba, keikhlasan dalam berusaha, dan kesungguhan menjaga akhlak selama mengikuti perlombaan.

"Anak-anak adalah amanah sekaligus harapan umat. Yang terpenting bukan hanya hasil yang mereka raih hari ini, tetapi pengalaman berharga yang akan membentuk karakter mereka menjadi generasi yang mencintai Al-Qur'an, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama," tutur Ustadzah Muji Riyanti.

Suasana seleksi berlangsung penuh semangat. Para santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur'an saling bertemu dalam nuansa persaudaraan yang hangat. Tidak tampak persaingan yang menegangkan, melainkan kebersamaan yang memperlihatkan bahwa mereka sedang belajar bertumbuh bersama dalam naungan nilai-nilai Islam.

Keikutsertaan santri TPQ Miftahus Sa'adah Desa Gentawangi menjadi bukti nyata komitmen lembaga pendidikan Al-Qur'an dalam membina generasi penerus yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki mental yang kuat, jiwa yang santun, dan kecintaan terhadap syiar Islam. Sinergi antara TPQ, keluarga, masyarakat, dan KUA Jatilawang menjadi fondasi yang kokoh dalam melahirkan generasi Qurani yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Di penghujung kegiatan, mungkin hanya beberapa nama yang dipanggil sebagai peraih prestasi terbaik. Namun sejatinya, setiap santri telah membawa pulang kemenangan yang lebih bermakna: keberanian untuk melangkah, kepercayaan diri untuk menunjukkan kemampuan, serta keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan selalu bernilai di sisi Allah SWT.

Karena sesungguhnya, masa depan bangsa tidak hanya dibangun di ruang-ruang besar atau mimbar-mimbar megah. Ia tumbuh dari langkah-langkah kecil anak-anak yang belajar mencintai agamanya, dipupuk oleh doa orang tua, dibimbing oleh guru-guru yang tulus, dan didampingi oleh sosok-sosok pengabdi seperti Ustadzah Muji Riyanti. Dari tangan-tangan yang menggenggam harapan itulah, cahaya generasi Qurani akan terus bersinar, menerangi keluarga, masyarakat, agama, dan negeri untuk masa yang akan datang.