Di Tengah Kesibukan Kuliah, Dua Insan Memilih Menikah untuk Menjaga Diri
Oleh KUA Kembaran
Kembaran — Pernikahan tidak selalu datang setelah seseorang menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Bagi sebagian pasangan, keputusan untuk membangun rumah tangga justru hadir ketika masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Rabu (16/09)
Hal tersebut menjadi kisah “Ahmad” dan “Aisyah” (nama samaran), pasangan calon pengantin yang memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan ketika keduanya masih duduk di bangku perkuliahan.
Keputusan tersebut bukan diambil secara tiba-tiba. Keduanya telah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk keinginan untuk menjaga hubungan agar tidak terus berada dalam status pacaran. Bagi Ahmad dan Aisyah, pernikahan dipandang sebagai jalan untuk menjaga diri sekaligus memberikan arah yang lebih jelas dalam hubungan mereka.
“Daripada terus berada dalam hubungan pacaran, kami memilih untuk mengikat hubungan ini melalui pernikahan,” ungkap Ahmad (nama samaran) saat menyampaikan alasan keputusan mereka.
Keputusan tersebut juga mendapat restu dari kedua keluarga. Orang tua dari masing-masing calon pengantin memberikan dukungan setelah mengetahui dan mempertimbangkan keinginan keduanya untuk membangun rumah tangga.
Meski masih berstatus mahasiswa, keduanya menyadari bahwa pernikahan membawa tanggung jawab yang lebih besar. Kuliah tetap menjadi bagian penting yang harus diselesaikan, sementara kehidupan rumah tangga membutuhkan kesiapan untuk saling memahami, berbagi tanggung jawab, dan menjaga komitmen.
Kisah Ahmad dan Aisyah menjadi pengingat bahwa pernikahan bukan sekadar perubahan status, melainkan sebuah keputusan untuk memasuki fase kehidupan dengan tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, kesiapan pasangan, dukungan keluarga, serta pemahaman terhadap hak dan kewajiban dalam rumah tangga menjadi hal yang penting untuk dipersiapkan.
Di tengah perjalanan pendidikan yang masih mereka tempuh, keduanya kini memilih berjalan bersama dalam ikatan pernikahan, dengan harapan dapat saling mendukung untuk menyelesaikan pendidikan sekaligus membangun keluarga yang harmonis.
