Edukasi Calon Generasi Saleh, Penyuluh KUA Gumelar Kupas Tuntas Kewajiban Orang Tua di MT Nurul Iman

Oleh HUMAS
SHARE

Gumelar - Sebagai upaya memperkuat fondasi ketahanan keluarga dan mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar, Kambali, memberikan pembinaan keagamaan yang mendalam kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Iman, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Kamis (18/05)

Dalam kesempatan tersebut, Kambali menyampaikan materi krusial mengenai "Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak dalam Perspektif Islam". Ia menekankan bahwa dalam pandangan Islam, anak bukan sekadar perhiasan dunia, melainkan amanah besar dari Allah SWT yang kelak pertanggungjawabannya akan diminta di akhirat.

Guna mewujudkan anak yang tumbuh menjadi pribadi saleh dan salehah serta mampu menjadi penyejuk hati (qurrata a'yun), Kambali memaparkan enam poin utama yang wajib dipenuhi oleh setiap orang tua:

  • Memberikan Nama yang Baik: Nama adalah doa dan harapan yang akan melekat sepanjang hayat. Orang tua berkewajiban memberikan nama dengan makna positif sebagai identitas dan doa terbaik bagi masa depan anak.

  • Pendidikan Agama dan Akhlak: Ini merupakan kewajiban yang paling utama. Orang tua harus menanamkan tauhid, mengajarkan syariat dasar seperti sholat dan membaca Al-Qur'an, serta memberikan keteladanan akhlak. Orang tua adalah cermin pertama, sehingga perilaku harian mereka adalah kurikulum paling efektif bagi anak.

  • Kasih Sayang dan Perhatian (Nafkah Batin): Meneladani Rasulullah SAW, orang tua wajib memberikan rasa aman dan perhatian emosional agar anak tidak merasa terabaikan di tengah kesibukan harian.

  • Nafkah yang Halal: Memastikan konsumsi, pakaian, dan fasilitas anak bersumber dari harta yang halal. Harta yang suci diyakini berpengaruh besar terhadap kejernihan hati anak dalam menerima ilmu dan kebaikan.

  • Bersikap Adil: Mengikuti risalah Rasulullah SAW, orang tua dilarang membeda-bedakan kasih sayang di antara anak-anak mereka demi menghindari kecemburuan sosial dan perselisihan di masa depan.

  • Mendoakan Kebaikan: Menyadari bahwa doa orang tua sangat mustajab, mereka diimbau untuk tidak pernah bosan memohonkan hidayah, kesehatan, dan kesalehan bagi anak di setiap sujud.

Di akhir paparannya, Kambali mengingatkan para jamaah bahwa mendidik anak bukanlah proses yang instan. Keberhasilan membentuk karakter anak membutuhkan kesabaran yang tiada batas, konsistensi yang kuat, serta sinergi yang utuh antara usaha nyata dan doa yang terus mengetuk pintu langit.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, KUA Gumelar berharap para orang tua di Desa Cihonje semakin termotivasi dan dibekali pemahaman yang utuh dalam menjalankan amanah pengasuhan. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi baru yang tidak hanya cerdas, tetapi juga membawa manfaat besar bagi agama, nusa, dan bangsa.