Hangatnya Obrolan Pagi di KUA: Dari Penutupan Jembatan Serayu hingga Sambut Kepulangan Jemaah Haji
Oleh KUA SUMPIUH
Sumpiuh – Suasana ruang kerja staf Kantor Urusan Agama (KUA) Sumpiuh tampak berbeda dan lebih hangat pada Senin pagi. Usai melaksanakan rutinitas apel pagi yang khidmat, Kepala KUA Sumpiuh, Suhiryanto Amin Ghufron, tidak langsung kembali ke ruangannya. Beliau memilih membaur bersama para staf untuk membuka ruang diskusi santai namun sarat informasi terkini. Senin (15/06)
Sambil menikmati kebersamaan pagi, obrolan mengalir dinamis membahas dua isu penting yang sedang hangat di wilayah Kabupaten Banyumas. Topik pertama yang menjadi sorotan adalah rencana penutupan Jembatan Serayu. Suhiryanto mengingatkan para staf untuk mengantisipasi dampak dari penutupan akses jalan tersebut, terutama terkait potensi keterlambatan mobilitas kerja atau penyesuaian rute perjalanan bagi staf yang berdomisili di luar wilayah Sumpiuh.
"Kita harus tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya penutupan Jembatan Serayu ini, mari kita saling berkoordinasi dan mengantisipasi jalur alternatif agar tugas-tugas di kantor tidak terhambat," ujar beliau memberikan arahan yang direspon dengan anggukan komunikatif dari para staf.
Tidak hanya membahas kendala infrastruktur, suasana obrolan berubah menjadi penuh rasa syukur dan suka cita saat memasuki topik kedua, yaitu rencana kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Banyumas. Sebagai instansi yang bersentuhan langsung dengan bimbingan keagamaan masyarakat, kepulangan para jemaah haji menjadi momentum yang sangat dinantikan.
Suhiryanto bersama para staf turut mendoakan agar seluruh jemaah haji, khususnya dari wilayah Sumpiuh dan Banyumas pada umumnya, dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa predikat haji yang mabrur. Diskusi juga sempat menyenggol kesiapan KUA dalam menyambut dan memberikan pelayanan pasca-haji jika diperlukan.
Obrolan pagi yang berlangsung sekitar tiga puluh menit ini tidak hanya berfungsi sebagai media koordinasi internal yang efektif, tetapi juga berhasil mempererat tali silaturahmi dan membakar semangat kekeluargaan antar-pegawai di lingkungan KUA Sumpiuh sebelum memulai pelayanan prima kepada masyarakat.
