Hati Yang Ringan Untuk Saling Memberi Dan Saling Menguatkan
Oleh KUA JATILAWANGBanyumas — Di tengah persiapan menuju hari bahagia yang akan menyatukan dua insan dalam ikatan suci pernikahan, Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali menghadirkan pembinaan yang menyejukkan hati melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Kali ini, Muhammad Taubah, Penyuluh Agama KUA Jatilawang, memberikan materi kepada calon pengantin Abdullah Lubis dan Hilen Winning tentang pentingnya kedermawanan dalam hubungan suami istri. (Selasa, 5/5)
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang pembelajaran yang sarat makna. Dengan tutur kata lembut dan penuh keteduhan, Muhammad Taubah menjelaskan bahwa kedermawanan dalam rumah tangga bukan hanya tentang memberi dalam bentuk materi, tetapi juga tentang kemurahan hati dalam memahami pasangan, memaafkan kesalahan, meluangkan waktu, serta menghadirkan perhatian di tengah kesibukan kehidupan.
“Rumah tangga yang kuat tidak hanya dibangun dengan cinta, tetapi juga dengan hati yang ringan untuk saling memberi dan saling menguatkan,” tutur Muhammad Taubah di hadapan calon pengantin.
Abdullah Lubis dan Hilen Winning tampak menyimak setiap nasihat dengan penuh perhatian. Di wajah keduanya tersirat harapan dan ketenangan, seolah sedang menata mimpi sederhana tentang rumah tangga yang akan mereka bangun bersama. Dalam suasana yang syahdu itu, pembahasan tentang kedermawanan terasa begitu menyentuh, sebab kehidupan pernikahan sejatinya adalah perjalanan dua hati yang belajar berbagi dalam segala keadaan.
Muhammad Taubah menekankan bahwa kedermawanan seorang suami bukan sekadar kemampuan memberi nafkah, tetapi juga kemampuan menghadirkan rasa aman dan penghargaan kepada istri. Begitu pula kedermawanan seorang istri tercermin dari ketulusan mendampingi, menguatkan, dan menjaga keharmonisan keluarga dengan penuh kasih sayang.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan rumah tangga, terkadang bukan kemewahan yang paling dibutuhkan, melainkan perhatian kecil yang lahir dari hati yang tulus. Sebab banyak keluarga mampu bertahan bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena kedua pasangan memiliki kelapangan hati untuk saling memahami.
Bimbingan perkawinan tersebut menjadi bagian penting dari upaya KUA Jatilawang dalam mempersiapkan calon pengantin agar tidak hanya siap menjalani akad nikah secara administratif, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Melalui pembinaan yang humanis dan penuh nilai kehidupan, para calon pengantin dibekali pemahaman bahwa rumah tangga adalah tempat bertumbuh bersama dalam cinta, pengorbanan, dan keikhlasan.
Di akhir kegiatan, suasana terasa penuh haru dan kehangatan. Tatapan Abdullah Lubis dan Hilen Winning tampak lebih teduh, seolah menemukan makna baru tentang cinta yang tidak hanya indah untuk dirasakan, tetapi juga harus diperjuangkan dengan ketulusan dan kemurahan hati.
Hari itu, di ruang sederhana KUA Jatilawang, bukan hanya materi bimwin yang disampaikan. Ada doa-doa yang diam-diam dipanjatkan, ada harapan tentang keluarga yang penuh keberkahan, dan ada benih-benih kebaikan yang ditanam agar kelak tumbuh menjadi rumah tangga sakinah, tempat cinta dan kedermawanan hidup berdampingan sepanjang perjalanan kehidupan.
