Implementasi Ekoteologi; Penyuluh Rutin Siram dan Rawat Tanaman di KUA

Oleh HUMAS
SHARE

Wangon – Sarifuddin, Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon, Kabupaten Banyumas, menjadi teladan nyata dalam mengimplementasikan konsep ekoteologi. Setiap pagi dan sore hari, ia secara rutin menyiram serta merawat tanaman di lingkungan kantor KUA sebagai bentuk pengamalan ajaran agama yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Jumat (12/06)

Sarifuddin menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan upaya menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab terhadap alam. Bagi dirinya, merawat tanaman bukan sekadar pekerjaan tambahan, melainkan ibadah dan wujud syukur atas karunia Allah Swt berupa lingkungan yang hijau.

“Menjaga alam adalah bagian dari amanah agama. Tanaman yang sehat akan memberikan udara bersih, keteduhan, dan keindahan bagi seluruh pegawai serta masyarakat yang datang ke KUA,” ujar Sarifuddin saat ditemui di sela kegiatannya menyiram tanaman.

Kegiatan yang dilakukan secara konsisten tersebut telah mengubah halaman KUA Wangon menjadi lebih asri. Berbagai jenis tanaman hias dan pohon pelindung tumbuh subur berkat perawatan rutin yang meliputi penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan.

Kepala KUA Wangon, Fairuz Malaya, mengapresiasi inisiatif Sarifuddin. Menurutnya, perilaku penyuluh agama ini menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai untuk turut serta menjaga lingkungan kantor. “Pak Sarifuddin membuktikan bahwa penyuluhan agama tidak hanya melalui ceramah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan alam,” katanya.

Sarifuddin berharap kegiatannya dapat menginspirasi para penyuluh agama dan masyarakat luas untuk menerapkan ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita wujudkan Islam rahmatan lil alamin dengan menjaga bumi sebagai tempat ibadah kita bersama,” pungkasnya.

Implementasi ekoteologi oleh Sarifuddin menjadi contoh baik bahwa nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan secara konkret untuk mendukung pelestarian lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim saat ini.