Janji Suci Berlabuh di Rumah Makan Piringku Jatilawang

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Di tengah suasana yang hangat dan penuh kebahagiaan, ikrar suci dua insan, Bagas dan Nandia, warga Desa Bantar, resmi terpatri dalam sebuah akad nikah yang berlangsung khidmat di lokasi Rumah Makan Piringku, Jatilawang. Prosesi pencatatan nikah dan ijab qabul tersebut dipimpin langsung oleh Penghulu KUA Jatilawang, Iskandar Zulkarnain. Rabu (17/06)

Dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab, Iskandar Zulkarnain melaksanakan tugas negara sekaligus mengemban amanah agama dalam mengesahkan ikatan suci kedua mempelai. Di hadapan keluarga besar serta para saksi yang hadir, kalimat ijab dan qabul terucap dengan lancar, menjadi penanda bersatunya dua hati dalam bingkai cinta yang diridhai Allah SWT.

Suasana haru menyelimuti seluruh ruangan ketika Bagas dengan mantap mengucapkan kabul, menjawab amanah wali mempelai perempuan. Senyum bahagia dan mata yang berkaca-kaca dari para orang tua menjadi saksi bahwa hari itu bukan sekadar perayaan, melainkan momentum yang menggenapkan doa-doa panjang yang selama ini dipanjatkan.

Penghulu KUA Jatilawang, Iskandar Zulkarnain, memastikan seluruh rangkaian pencatatan nikah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kehadiran negara melalui pelayanan KUA menjadi bukti bahwa setiap pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menghadirkan kepastian hukum dan keberkahan bagi keluarga yang akan dibangun.

Di balik sederet administrasi dan prosesi resmi, akad nikah sesungguhnya adalah peristiwa agung yang menyatukan harapan, pengorbanan, dan kasih sayang. Bagas dan Nandia kini memulai lembaran baru kehidupan mereka dengan membawa amanah untuk saling menjaga, menguatkan, dan menumbuhkan cinta dalam suka maupun duka.

Di tempat yang sederhana namun sarat makna itu, doa-doa mengalir lirih dari sanak saudara yang hadir. Sebab setiap pernikahan pada hakikatnya adalah kisah tentang dua hati yang dipertemukan oleh takdir, lalu dipersatukan oleh janji yang disaksikan manusia dan dicatat oleh langit.

Semoga rumah tangga yang dibangun Bagas dan Nandia senantiasa dilimpahi sakinah, mawaddah, dan rahmah. Sebab sejatinya, kebahagiaan terbesar orang tua bukanlah ketika melepas anaknya, melainkan ketika menyaksikan putra-putri mereka menemukan pelabuhan cinta yang halal dan menjalani kehidupan baru dengan penuh keberkahan.