KEMENAG MENYIAPKAN KEMENHAJ DENGAN PENUH KASIH
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas) - “Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (KEMENHAJ) adalah kementerian baru yang secara resmi dibentuk pada 26 Agustus 2025, setelah Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah disahkan oleh DPR menjadi undang-undang” Ungkap Ibnu Kakankemenag Banyumas mengawali sambutannya dalam serah terima Tugas dan Fungsi Pengelolaan Haji dan Umroh kepada Kepala Kantor Kemnterian Haji dan Umroh Afifuddin Idrus.
Ibnu mensitir kisah lahirnya sebuah kerajaan baru biasanya melibatkan dinamika politik, perebutan kekuasaan, atau pembagian wilayah dari kerajaan yang sudah ada. Berbagai kerajaan di Nusantara dan dunia memiliki cerita unik tentang pendiriannya, sering kali bercampur antara fakta sejarah dan legenda. Pendirian Kerajaan Singasari pada tahun 1222 Masehi adalah salah satu yang paling terkenal di Jawa, melibatkan ambisi dan konflik pribadi. Pendirinya, Ken Arok, mulanya adalah seorang pengawal dari Tunggul Ametung, seorang akuwu (setara camat) di Tumapel. Motivasi: Ken Arok memiliki ambisi besar, terutama setelah melihat Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Ia tertarik pada kecantikan Ken Dedes dan bertekad menikahinya. Konflik: Dengan menggunakan keris sakti buatan Mpu Gandring, Ken Arok berhasil membunuh Tunggul Ametung. Setelah itu, ia menikahi Ken Dedes dan merebut kekuasaan di Tumapel, yang kemudian menjadi cikal bakal Kerajaan Singasari. Kisah ini penuh dengan drama, intrik, dan kutukan yang mewarnai sejarah kerajaan tersebut.
Pembagian Kerajaan Kahuripan menjadi Kediri dan Jenggala (Indonesia). Kisah ini menunjukkan cara lain lahirnya "kerajaan baru", yaitu melalui pembagian wilayah secara damai untuk mencegah konflik internal. Latar Belakang: Raja Airlangga, penguasa Kerajaan Kahuripan di abad ke-11, menghadapi dilema suksesi karena putrinya menolak tahta dan memilih menjadi pertapa. Solusi: Untuk menghindari perang saudara di antara keturunannya, Airlangga memutuskan untuk membagi kerajaannya menjadi dua wilayah yang sama besar, yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala. Pembagian ini dilakukan oleh seorang Brahmana bernama Mpu Bharada.
Fenomena berdirinya Kementerian Baru adalah adanya dinamika sosial, ekonomi, dan politik kontemporer, serta upaya melestarikan budaya dan sejarah lokal yang dirasa kurang mendapat perhatian pemerintah, dan kebutuhan cepatnya harapan umat yang ditangkap oleh Pemerintah Prabowo-Gibran, semuanya dalam rangka kesejahteraan umat.
Saatnya Kementerian baru menjawab ekspektasi masyarakat yang sudah terlanjur sangat tinggi di pundaknya, maka segera menata diri hadir di masyarakat dan dinas yang lain untuk memperpendek panjangnya turbulensi yang ada menuju HAJI YANG IKHLAS, KUAT, MANDIRI, AGAR BISA MANGKAT BARENG BALI BARENG MABRUR BARENG. Jangan sia-siakan pengorbanan jerih lelah Kemenag yang sudah mngumpulkan seluruh asset yang ada pindah secara otomatis ke Kemenhaj. Sudah kita siapkan segalanya, maka ucapan terima kasih kepada Kemenag yang sangat ikhlas mempersiapkan semuanya. Segera ukir sejarah dengan cinta kepada masyarakat, saatnya Kemenag meninggalkan pelik-pelik tentang haji kita serahkan semuanya, mari kita fokus dari sukses haji menuju Pemberdayaan tempat ibadah dan Pesantren. Tidak ada lagi Kemenag membahas tentang haji dan Umroh, kita yakin Afifuddin Idrus akan mampu membawa rumah tangga baru berdampingan dengan Kemenag.
Pesan terakhir Ibnu kepada Afif segera atur rumah tangga sendiri sambil menunggu instruksi dari Pusat dan wilayah tentang transfer SDM dan BMN. Menutup sambutannya Ibnu berpesan SAAT INI MUNCUL ORANG LOYAL MEMBABI BUTA, SEORANG ANAK YANG MEMATUHI AYAHNYA, SEORANG MURID YANG MEMATUHI GURUNYA, SEORANG RAJA YANG DIPATUHI RAKYATNYA. KETIKA SEORANG RAJA MENGIKUTI KETIDAK ADILAN MAKA RAKYATNYA AKAN MELANGKAH DI JALAN YANG SALAH, ITU TERJADI KARENA SANG RAJA BERLIMPAH DENGAN KESENANGAN KELIMPAHAN AKAN MUNCUL KESERAKAHAN SANG RAJA, BAWALAH SEMUA ITU DENGAN BANYAK BERSYUKUR BERTERIMA KASIH DAN BERKORBAN, MAKA AKAN HADIR CINTA DAN KEBAHAGIAAN, mari bergandengan tangan sukseskan program pemerintah penuh dnegan cinta.(tum)
