KUA Dorong Kesiapan Mental Catin, Camat Ajak Masyarakat Aktif dalam Program GENTING
Oleh HUMAS
Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilongok turut aktif dalam upaya pencegahan stunting dengan berpartisipasi dalam kegiatan Rembug Stunting Desa Pernasidi. Acara yang digelar di Aula Balai Desa Pernasidi ini dihadiri oleh Camat Cilongok, perwakilan lembaga pemerintahan tingkat kecamatan (PLKB, Puskesmas, Babinkamtibmas), pendamping desa, Kepala Desa, BPD, dan seluruh kader PKK serta perwakilan kader Posyandu Desa Pernasidi. Kamis (16/10)
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Cilongok, Ita Rokhyani, hadir mewakili Kepala KUA untuk memberikan penyuluhan dan memaparkan kontribusi KUA dalam program strategis ini.
Camat Cilongok, Susanti, dalam sambutannya menekankan pentingnya aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat. Beliau secara khusus memperkenalkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)."Kata kuncinya di gerakan. Artinya, ada sesuatu yang diperbuat atau dilakukan sebagai aksi nyata dari semua unsur masyarakat untuk melaksanakan pencegahan stunting," papar Susanti, menggarisbawahi bahwa pencegahan stunting harus melibatkan gotong royong seluruh warga.
Menanggapi hal tersebut, Ita Rokhyani memaparkan langkah-langkah konkret KUA dalam mendukung program GENTING. KUA fokus pada aspek edukasi pranikah dan kesehatan reproduksi. "Kami di KUA juga mengampanyekan kesehatan reproduksi pada calon-calon pengantin dalam bimbingan perkawinan yang kami lakukan, sebagai pondasi kesiapan mental dan spiritual pasangan yang kelak akan melahirkan keturunan," ujar Ita Rokhyani.
Ita Rokhyani juga merencanakan sinergi dengan PLKB dan pendamping desa untuk melakukan bimbingan penyuluhan, terutama menyasar usia remaja melalui Posyandu Remaja. Hal ini penting mengingat dalam diskusi terungkap tingginya angka stunting sering diakibatkan oleh pernikahan usia dini atau bahkan kehamilan sebelum pernikahan.
Kegiatan Rembug Stunting ini menjadi penekanan bersama bahwa menekan angka stunting adalah pekerjaan rumah kolektif. Upaya ini harus dilakukan melalui edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, terutama dalam mempersiapkan calon pengantin dan ibu hamil sebaik mungkin. (ita/del)
