Kuatkan Pondasi Agama Sejak Dini, Penyuluh Terapkan Metode Sorogan di MT Al Barokah
Oleh KUA SUMPIUH
Banyumas – Dalam upaya memperkuat pondasi keagamaan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Sumpiuh, Al Iproh, melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) rutin di Majelis Taklim (MT) Al Barokah, Kradenan. Selasa (07/04)
Kegiatan ini menyasar anak-anak dengan pendekatan yang lebih personal dan mendalam melalui metode sorogan. Metode ini memungkinkan setiap santri mendapatkan perhatian khusus dari penyuluh sesuai dengan tingkat kemampuannya, baik yang masih dalam tahap membaca Iqro’ maupun yang sudah melangkah ke Al-Qur’an.
Metode sorogan dipilih karena efektivitasnya dalam memantau perkembangan makharijul huruf dan tajwid secara mendetail. Al Iproh secara sabar menyimak satu per satu bacaan santri, memberikan koreksi langsung, dan memastikan setiap anak menguasai tingkatannya sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
"Dengan metode sorogan, kita tidak hanya sekadar mengajar membaca, tapi membangun kedekatan emosional dengan anak-anak agar mereka merasa nyaman dan lebih mencintai Al-Qur’an," ujar Al Iproh di sela-sela kegiatannya.
Uniknya, kegiatan Bimluh ini tidak hanya terpaku pada kelancaran membaca saja. Di sela-sela setoran bacaan, Al Iproh menyisipkan materi Ubudiyah praktis. Hal ini dilakukan agar anak-anak memahami tata cara ibadah sehari-hari dengan benar, meliputi:
-
Tata cara wudhu yang sempurna.
-
Praktik shalat fardhu beserta bacaannya.
-
Adab dan doa harian untuk membentuk karakter mulia.
Kehadiran penyuluh agama dari KUA Sumpiuh di tengah-tengah masyarakat Kradenan disambut antusias oleh para orang tua. Program ini dinilai menjadi solusi efektif dalam membentengi moral anak-anak di era digital, sekaligus memastikan bahwa pendidikan agama yang mereka terima bersifat komprehensif—cakap membaca Al-Qur'an sekaligus taat dalam beribadah.
Melalui sinergi antara penyuluh agama dan Majelis Taklim lokal, diharapkan lahir generasi qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam praktik ibadah sehari-hari.
