Menag Nasaruddin Umar Gelar Meeting Breakfast, Tekankan Penguatan Data dan Solidaritas Lintas Lembaga

Oleh HUMAS
SHARE

 

Jakarta — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menggelar kegiatan Meeting Breakfast bersama seluruh jajaran pimpinan Kementerian Agama (Kemenag) pada Selasa (14/10) pagi pukul 05.30 WIB. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Selasa pagi ini diikuti oleh para pejabat eselon pusat, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), serta Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag menyoroti peristiwa ambruknya mushola di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menelan korban jiwa. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi lesson learned penting bagi seluruh jajaran Kemenag untuk lebih serius dalam memperhatikan kondisi fisik bangunan keagamaan.

“Peristiwa itu membuat kita malu untuk berkomentar, karena bantuan kita ke pondok pesantren masih sangat minim,” ujar Menag.

Beliau menekankan pentingnya penguatan data lembaga di bawah naungan Kemenag. Setiap satuan kerja diminta segera melakukan pendataan dan deteksi kondisi bangunan keagamaan, seperti masjid, pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan lain, guna mengetahui mana yang masih layak dan mana yang perlu perbaikan.

“Data ini akan menjadi dasar pembahasan langkah solutif agar kita bisa bergerak bersama mencari solusi yang konkret,” tegasnya.

Selain itu, Menag mengajak seluruh pihak untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan lintas bidang. Ia menegaskan bahwa semangat kerja di Kemenag harus dilandasi oleh prinsip guyub rukun, saling mendukung, dan tidak terjebak dalam ego sektoral maupun ego agama.

“Semua harus bergerak bersama. Panitia pembangunan harus melibatkan tenaga ahli agar hasilnya aman dan berkualitas. Para pimpinan ormas keagamaan juga harus aktif membangun relasi dengan berbagai stakeholder,” pesan Menag.

Melalui kegiatan Meeting Breakfast ini, Menag berharap tercipta koordinasi yang lebih solid antar jajaran Kemenag di seluruh Indonesia, serta meningkatnya kepedulian terhadap kondisi lembaga keagamaan di lapangan.

Sementara itu Kakan kemenag Banyumas Ibnu Asaddudin menekankan “TIDAK USAHLAH REPOT- REPOT BERJUANG MENJADI ORANG PINTER DAN HEBAT. TAPI MARI BERSAMA CUKUP MENJADI ORANG YANG DISPLIIN DAN PEKA DALAM KEHADIRAN DI TENGAH UMAT DAN ALAM SEMESTA SEBAGAI WAKIL TUHAN DI PANGGUNG SAMDIWARA YANG SUDAH DISEDIAKAN TUHAN UNTUK KITA.  KARENA SESUNGGUHNYA DUNIA INI ADALAH PANGGUNG SANDIWARA” . (yud)