Menag Nasaruddin Umar Ingatkan ASN Kemenag Jaga Integritas dan Ciptakan Karya Monumental

Oleh HUMAS
SHARE

Semarang (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, bersama Kasubbag TU, Kasi Pendma dan Gara Zawa, hadir dalam kegiatan Tausiyah Kebangsaan yang menghadirkan Menteri Agama RI sebagai pembicara utama. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Majeng, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Senin (08/12)

Dihadapan jajaran pimpinan dan ASN, Nasaruddin Umar, mengingatkan pentingnya menjaga integritas, ketulusan, dan originalitas dalam bekerja, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat.

Menag menekankan bahwa kantor pemerintahan, termasuk Kantor Wilayah Kemenag, harus dipandang lebih dari sekadar ruang fisik. Menurutnya, tempat kerja harus memiliki nilai emosional dan makna spiritual, serta menjadi tempat untuk menorehkan prestasi, bukan sekadar ruang yang "kosong makna".
“Kantor bukan sekadar tempat untuk datang dan pulang. Ini adalah ruang untuk memuncakkan prestasi, mendramatisasikan potensi, dan menghadirkan karya terbaik bagi bangsa,” tegas Menag.

Lebih lanjut, Nasaruddin Umar membahas kaitan erat antara kata-kata baik dengan spiritualitas, merujuk pada tradisi sufistik. Ia menjelaskan bahwa kata-kata yang baik memiliki dimensi sakral dan kekuatan moral. “Kata-kata baik memiliki kaitan erat dengan ajaran tasawuf. Ia bukan hanya ujaran, tetapi pancaran makna yang membentuk karakter,” jelasnya.

Menag berharap para ASN Kemenag tidak terjebak dalam rutinitas yang stagnan, melainkan terus mengembangkan diri. Ia juga menyoroti peran kepemimpinan, yang menurutnya harus mampu melampaui zamannya.
“Program pemerintahan tidak boleh berjalan setengah-setengah. Pemimpin harus berpikir jauh ke depan, melampaui zamannya, dan membawa institusi menuju kemajuan,” pungkasnya.

Di akhir tausiah, Nasaruddin Umar menyampaikan harapannya agar para pegawai diberikan ruang kerja yang semakin baik, sehingga dapat menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap tugas dan tanggung jawab mereka. (adl)