Menuju Pesantren Unggul, Penyuluh Agama Lakukan Pendataan Pondok Pesantren di Wilayah Pekuncen

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Tim Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pekuncen melakukan kegiatan pendataan Pondok Pesantren yang ada di wilayah Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan diikuti oleh lima orang penyuluh agama dari KUA Pekuncen. Rabu (15/10)

Pendataan dimulai dari Pondok Pesantren Darul Huda di Desa Pekuncen yang diasuh oleh Gus Kholis, kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Nurul Iman di Desa Cikembulan yang diasuh oleh Kyai Rahmat. Selanjutnya, tim mendatangi Pondok Pesantren Al Fattah di Desa Banjaranyar yang diasuh oleh Gus Rijal, serta Pondok Pesantren API Assalafi Banjaranyar yang diasuh oleh Gus Izun. Pendataan ditutup di Pondok Pesantren Hilyatul Qur’an Desa Tumiyang yang diasuh oleh KH. Ridwan Ghozali, dan Pondok Pesantren Roudlotul Ilmi yang diasuh oleh Habib Baqir Al Habsyi.

Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh melakukan wawancara dan observasi langsung terkait jumlah santri putra dan putri, kondisi fasilitas pesantren, serta kelengkapan data EMIS dan Ijop masing-masing lembaga.

Selain itu, tim juga melakukan dokumentasi berupa pemotretan fasilitas pesantren, mulai dari ruang belajar, kamar santri, dapur, hingga sarana pendukung lainnya.

Kepala KUA Pekuncen, Mutamam, melalui Koordinator Penyuluh Agama menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui data dan mengetahui kondisi riil pondok pesantren di wilayah Kecamatan Pekuncen. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam perencanaan program pembinaan serta bantuan bagi pesantren di masa mendatang.
“Pendataan ini penting untuk memastikan bahwa pesantren di wilayah Pekuncen terdata dengan baik, terutama dalam hal administrasi dan fasilitas. Insya Allah, dalam waktu dekat juga akan ada bantuan berupa laptop dari Gara Zawa untuk mendukung operasional pesantren,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara KUA Pekuncen dan pesantren semakin harmonis serta dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. (rsd/del)