Momentum Ramadan, Penyuluh KUA Perkuat Nilai Silaturahim di Sekolah

Oleh KUA Lumbir
SHARE

Banyumas – Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mengisi momentum bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh makna, Penyuluh Agama Islam KUA Lumbir, Setiono, menghadiri undangan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh SMK Sriwijaya 3 Lumbir. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan diikuti oleh keluarga besar sekolah, mulai dari dewan guru, staf, hingga para siswa yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Selasa (24/03)

Kehadiran Setiono dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai tamu undangan semata, namun juga sebagai narasumber yang memberikan tausiyah menjelang waktu berbuka puasa. Momentum ini dimanfaatkan dengan baik untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi para generasi muda yang tengah menempuh pendidikan.

Dalam tausiyahnya, Setiono mengangkat tema “Pentingnya Menjaga Tali Silaturahim”. Ia menyampaikan bahwa silaturahim merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan, baik dalam kehidupan sosial maupun spiritual. Menurutnya, menjaga hubungan baik antar sesama tidak hanya mendatangkan keberkahan dalam hidup, tetapi juga memperpanjang umur serta melapangkan rezeki, sebagaimana yang diajarkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut, Setiono menjelaskan bahwa di era modern seperti sekarang, tantangan dalam menjaga silaturahim semakin beragam. Kemajuan teknologi yang seharusnya memudahkan komunikasi justru terkadang menjauhkan hubungan secara emosional jika tidak digunakan dengan bijak. Oleh karena itu, ia mengajak para siswa untuk tidak hanya menjalin komunikasi melalui media sosial, tetapi juga tetap menjaga interaksi secara langsung, saling menghormati, serta membangun empati terhadap sesama.

Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah ini, Setiono juga mengingatkan bahwa momen puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT (hablumminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas). Ia menekankan pentingnya saling memaafkan, menghilangkan rasa iri dan dengki, serta mempererat persaudaraan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Para siswa dan guru yang hadir tampak menyimak tausiyah dengan penuh perhatian. Suasana menjadi semakin khidmat ketika Setiono menyampaikan beberapa contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari tentang pentingnya menjaga hubungan baik, seperti menghormati guru, menyayangi teman, serta menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua di rumah. Pesan-pesan yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan mereka, sehingga mudah dipahami dan diresapi.

Setelah tausiyah selesai, acara dilanjutkan dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Ketika adzan maghrib berkumandang, seluruh peserta dengan penuh rasa syukur membatalkan puasa bersama-sama. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat, mempererat hubungan antar warga sekolah, serta memberikan pengalaman spiritual yang berkesan bagi semua yang hadir.

Kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi hidangan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan keagamaan. Peran Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan seperti ini menjadi sangat penting, karena mampu memberikan pencerahan dan motivasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga tali silaturahim serta mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Selain itu, kebersamaan yang terjalin di bulan Ramadan ini diharapkan dapat terus berlanjut di luar bulan suci, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, saling mendukung, dan penuh dengan nilai-nilai kebaikan.

Kehadiran Setiono sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Lumbir dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan keagamaan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas bagi semua pihak.