Paguyuban PPPK Tahap II Kemenag Banyumas Gelar Tali Asih dan Doa Bersama
Oleh HUMAS
Purwokerto – Dalam suasana penuh haru dan kebersamaan, Paguyuban PPPK Tahap II di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan “Tali Asih dan Doa Bersama”. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas mendalam terhadap rekan-rekan seperjuangan yang telah berpulang ke rahmatullah, serta mereka yang terkendala usia dan belum mendapat kesempatan diangkat menjadi ASN PPPK. Acara yang berlangsung khidmat ini diadakan di Mushola Al Barokah Desa Mersi, yang merupakan kediaman Robiyatun Nihayati, salah satu Penyuluh Agama Islam PPPK Purwokerto Timur. Rabu (15/10)
Ratusan anggota paguyuban dari berbagai Kecamatan hadir dengan satu niat tulus yakni menguatkan ikatan persaudaraan yang telah terjalin selama proses panjang perjuangan menjadi bagian dari keluarga besar Kemenag Banyumas.
M. Khoiron, Ketua Paguyuban PPPK Tahap II, menyampaikan bahwa tali asih ini melampaui sekadar seremonial. "Persaudaraan ini tidak berhenti di status kepegawaian, tapi terus hidup dalam hati kita semua. Kami mungkin datang dari Kecamatan yang berbeda, tapi perjuangan kami satu. Kami ingin mengenang mereka yang telah kembali dulu ke hadirat Allah SWT, serta rekan-rekan kita yang tidak terangkat sebab kendala batas umur," ujarnya dengan suara bergetar, menunjukkan rasa kehilangan dan persatuan.
Mewakili Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh), Khozin, Penyuluh Agama Islam Fungsional, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Paguyuban PPPK Tahap II. Beliau juga berterima kasih atas dedikasi Penyuluh Agama Non-PNS yang tetap berkhidmat. "Rezeki yang paling utama adalah rezeki berupa kesehatan. Kami mengapresiasi ikatan batin yang kuat ini," kata Bapak Khozin. "Kepada Penyuluh Agama Islam PPPK tahap II, kami titip pesan agar terus meningkatkan kompetensi, dan yang paling utama, agar dalam berdakwah tetap menjaga adab dan etika."
Acara dilanjutkan dengan doa bersama untuk almarhum dan almarhumah anggota PPPK Tahap II. Tangis haru pecah ketika nama-nama mereka disebut, mengingat kembali perjuangan dan penantian yang panjang.
Selain doa, paguyuban juga menyerahkan bantuan tali asih berupa dana dan bingkisan kepada keluarga yang ditinggalkan serta kepada beberapa anggota Penyuluh Agama Islam yang terkendala umur.
Salah satu peserta kegiatan, dengan mata berkaca-kaca, mengungkapkan rasa syukurnya. "Kami berjuang bersama, tertawa, dan menangis, bersama. Walau ada yang belum diangkat, kami tetap satu keluarga. Tali asih ini bukan tentang besar kecilnya pemberian, tapi tentang cinta dan doa yang kami bagikan."
Kegiatan tali asih ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan perjuangan sejati di antara para pejuang PPPK tidak akan pernah pudar, melainkan terus menghadirkan kehangatan dan kekuatan dalam persaudaraan. (rkn/del)
