Pelatihan Menulis Cerita Anak Islami
Oleh MIN1 Banyumas
Pelatihan Menulis Cerita Anak Islami
Dalam rangka memperingati HAB MIN 1 Banyumas ke-47 , MIN 1 Banyumas mengadakan kegiataan Pelatihan Menulis Cerita Anak Islami. Menulis cerita anak Islami menurut narasumber yaitu kak Mulasih Tari adalah adalah menulis karya fiksi yang mengandung nilai-nilai keagamaan Islam. Cerita islami dapat menjadi sarana mendidik tanpa mengurangi unsur hiburan.
Ciri-ciri cerita islami Mengandung nilai-nilai religious, Berbeda dari dongeng, fabel, maupun mite, cerita anak islami cenderung mengandung fakta dan kebenaran, Menyejukan jiwa dan membawa pada perbaikan diri, mental dan spiritual, Mengombinasikan cerita yang menarik dengan nilai-nilai keagamaan, Memberikan wawasan keagamaan kepada pembaca
Syarat menulis cerita Islami adalah Kandungan cerita fiksi tidak boleh bertentangan dengan akidah atau syariah Islam, Menghindari pemikiran-pemikiran kufur, semisal sekularisme, demokrasi, nasionalisme, liberalisme, pluralisme, Menghindari kisah-kisah cinta atau cabul yang jauh dari akhlak islami
Manfaat menulis cerita islami adalah Membantu mengajarkan anak tentang kehidupan, Membantu membangun hubungan orang tua dan anak, Memberikan pemahaman ke anak tentang nilai-nilai kehidupan dan pesan moral lainnya.
Kak Mulasih Tari adalah penulis cerita anak yang telah menulis ratusan buku cerita anak pada kesempatan ini kak Tari juga menyampaikan proses membuat cerita Islami. Ada tiga tahab dalam proses menulis cerita anak Islami. Yang pertama mencari ide menulis, menentukan tema dan menulis premis.
Kegiatan pelatiihan ini digelar di masjid Ulul Albab MIN 1 Banyumas, selain memaparkan beberapa materi Kak Mulasih Tari juga mulai mengajak anak-anak untuk membuat premis cerita anak Islami. Langkah-langkah membuat premis menurut kak Mulasih Tari adalah pertama menentukan tokoh ceritanya, kedua menentukan tujuan atau keinginan tokoh yang akan diceritakan, ketiga adalah masalah atau halangan yang dialami tokoh dalam mewujudkan keinginannya dan yang keempat adalah resolusi.
Kegiatan diakhiri dengan presentasi dari beberapa anak dalam membuat premis yang kemudian mendapat reviu langsung dari kak Mulasih Tari. Bapak Kepala MIN 1 Banyumas dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini adalah menumbuhkan budaya literasi dalam menulis.”Harapan saya dengan adanya pelatihan ini adalah anak-anak mendapat wawasan yang luas tentang menulis, selanjutnya saya juga berharap dari pelatihan ini akan meningkatkan budaya membaca di kalangan siswa, karena seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang ulung” pungkas Saridin.(serli red)
