HUT RI #81

Pembiasaan Menabung Santri Madrasah : Dari Sisa Uang Jajan, Jadi Tabungan Masa Depan

Oleh HUMAS
SHARE

Ajibarang - Pembiasaan menabung dilakukan untuk meringankan beban wali murid untuk kebutuhan mendatang. Hal ini senada dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTs Modern Al Azhary, Nabila Naufal Indira yang menjelaskan bahwa seluruh dana tabungan dikelola secara aman, transparan, dan sepenuhnya diperuntukkan bagi kebutuhan pribadi murid. Senin (14/09)

“Dana tabungan murid nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kegiatan, seperti ZARKASI (Ziarah dan Rekreasi Edukasi) baik untuk uang saku atau akomodasi, pembiayaan yearbook, hingga kebutuhan insidental lainnya. Apabila terdapat keperluan yang bersifat mendesak, tabungan dapat diambil sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Nabila.

Program ini disambut hangat oleh para wali kelas dan santri di berbagai tingkatan. Di kelas VIII B, budaya menabung menunjukkan perkembangan pesat.
“Anak-anak kelas 8B meskipun kelas putra juga sangat rajin menabung. Kebiasaan menabung menurut anak-anak telah terbentuk dari kelas 7. Ada yang rutin menyisihkan uang setiap satu atau dua hari sekali, sehingga dalam kurun waktu dua bulan, beberapa siswa sudah bisa mengumpulkan hingga Rp200.000,” ungkap Wali Kelas VIII B, Restu Nanda Prayogi.

Kesan positif juga disampaikan oleh Wali Kelas 7A, Ulfa Maghfiroh. Menurutnya, pembiasaan menabung di kelasnya berjalan sangat lancar.
“Pembiasaan menabung berjalan lancar. Setiap hari Jumat anak-anak rajin menabung. Biasanya saya menyarankan menyisihkan Rp500 tiap hari, jadi anak-anak minimal menabung Rp3.000-an,” ujar Ulfa.

Pola serupa juga diterapkan secara konsisten di jenjang kelas IX melalui kombinasi tabungan sukarela harian dan pemotongan rutin mingguan.
“Di kelas 9D, beberapa anak rutin menabung harian, lalu setiap hari Sabtu wajib potong Rp5.000 untuk tabungan,” tutur Wali Kelas 9D, Kartika Apriliana.

Hal senada diungkapkan oleh Wali Kelas 9B, Rina Nur Susaeeni. “Alhamdulillah berjalan lancar, setiap hari Sabtu dipotong Rp5.000. Selain hari Sabtu, beberapa anak juga ada yang rutin menabung,” tambahnya.

Dukungan serupa turut disampaikan oleh Rina Wigianti (Wali Kelas 8A), Umi Hanny Faelani (Wali Kelas 8A), serta Wahyudin (Wali Kelas 7B). Menurut mereka, skema alokasi Rp5.000 setiap hari Sabtu yang dipadukan dengan tabungan harian sukarela terbukti efektif membentuk kedisiplinan keuangan para santri.

Melalui pendampingan wali kelas yang transparan dan terbuka, pembiasaan menabung ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi membentuk karakter santri Al Azhary yang hemat, mandiri, dan bertanggung jawab.