Peningkatan Kecakapan Kurikulum Berbasis Cinta

Oleh MIN1 Banyumas
SHARE

Purwokerto (Humas) - Sebanyak 220 tenaga pendidik mengikuti pelatihan guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Patikraja, Purwokerto Selatan, dan Purwokerto Timur. Di antara seluruh peserta tesebut, 39 di dalamnya adalah tenaga pendidik MIN 1 Banyumas. Kegiatan pelatihan ini digagas oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Banyumas. Pelatihan yang dilaksanakan hari ini mengusung tema Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)  dan Peningkatan Kualitas Guru yang digelar di D’Garden Hall Purwokerto. Selasa, (14/10)

Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta menghadirkan narasumber Akhmad Thontowi, Andi Wibowo dan Tiwan, dengan tujuan untuk memperkuat kompetensi profesional dan karakter guru agar mampu menciptakan suasana pembelajaran yang humanis, inspiratif, dan penuh kasih sayang.

Dalam kegiatan pelatihan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, memberikan pesan inspiratif. Beliau menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar pendekatan pembelajaran, tetapi juga merupakan semangat untuk menumbukan kasih, empati, dan karakter mulia di lingkungan pendidikan.

“Guru yang mengajar dengan cinta akan melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan berbahagia,” ujarnya.

Kepala Kankemenag juga mengapresiasi semangat para guru yang terus berupaya mengingkatkan kompetensi diri demi kemajuan madrasah. Beliau berharap hasil pelatihan ini dapat diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari sehingga dapat terwujud madrasah yang menyenangkan dan penuh cinta bagi peserta didik.

Sementara itu Wahyu Fauzi Aziz  selaku Kasi Pendidikan Madrasah memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi diri. Guru harus cerdas dalam menyikapi perubahan dan kemajuan zaman.

“Mari kita jaga marwah madrasah dengan memberikan kontribusi terbaik untuk mewujudkan generasi emas yang unggul dari segi Imtak dan Iptek.” terangnya

Plt. Kepala MIN 1 Banyumas, Juzairoh, pun menyampaikan bahwa keikutsertaan para guru dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, guru-guru dapat menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi pada karakter siswa,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual dalam dunia pendidikan. Hingga akir acara, kegiatan berjalan lancar dan diharapkan mampu menjadi langkah awal yang nyata dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul dan berkarakter. (yud/tim)