Penjaga Kecil Cahaya Ilmu Agar Tetap Menyala Ditengah Umat

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang kian bergerak cepat, masih ada tangan-tangan tulus yang diam-diam menjaga nyala dakwah tetap hidup di tengah masyarakat. Salah satunya tampak di Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, ketika Zulfatun Ulya, staf KUA Jatilawang, dengan penuh ketelatenan melayani warga yang datang untuk mencari buku khotbah dan kultum sebagai bekal menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada umat. Selasa (05/05/26)

Pelayanan itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. Satu per satu warga yang datang diterima dengan senyum ramah dan tutur kata santun. Di antara rak-rak buku dan lembaran materi keagamaan, Zulfatun Ulya membantu memilihkan bahan khotbah dan kultum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat—mulai dari tema akhlak, keluarga sakinah, hingga pentingnya menjaga persaudaraan di tengah kehidupan sosial.

“Semoga materi yang dibawa bisa bermanfaat dan menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang,” tutur Zulfatun Ulya dengan nada lembut saat menyerahkan buku kepada salah seorang warga.

Meski tampak sederhana, pelayanan tersebut menyimpan makna yang begitu mendalam. Buku-buku yang dibagikan bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan jembatan ilmu yang akan mengalirkan nasihat, menenangkan hati, dan menghidupkan nilai-nilai agama di tengah masyarakat. Dari lembar demi lembar buku itu, kelak akan lahir suara-suara dakwah yang menyejukkan masjid, mushala, dan majelis taklim di berbagai sudut Jatilawang.

Di balik meja pelayanan KUA yang sederhana, Zulfatun Ulya menjalankan tugasnya bukan hanya sebagai aparatur pelayanan publik, tetapi juga sebagai penjaga kecil cahaya ilmu agar tetap menyala di tengah umat. Ketulusannya melayani menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu dilakukan di atas mimbar megah. Kadang, dakwah tumbuh dari kesabaran membantu warga menemukan bahan ceramah yang tepat, dari keramahan menyambut masyarakat, dan dari niat tulus memudahkan orang lain menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Suasana haru terasa ketika beberapa warga mengungkapkan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bagi mereka, pelayanan seperti itu menjadi bukti bahwa KUA hadir bukan hanya untuk urusan administrasi keagamaan, melainkan juga sebagai rumah pelayanan umat yang menghidupkan ilmu dan menguatkan nilai-nilai spiritual masyarakat.

Di tengah dunia yang sering dipenuhi suara bising dan perdebatan, langkah sederhana Zulfatun Ulya menghadirkan keteduhan yang menyejukkan. Ia mengajarkan bahwa selembar buku dakwah yang diberikan dengan ketulusan bisa menjadi cahaya yang menerangi banyak hati, bahkan mungkin menjadi sebab berubahnya kehidupan seseorang menuju jalan yang lebih baik.