Pentasarufan Dana Bantuan Pendidikan Sub UPZ MTsN 2 Banyumas Kepada Pesdik Kurang Mampu

Oleh MTSN2 Banyumas
SHARE

Banyumas (Humas) : Sebanyak 41 peserta didik kurang mampu MTsN 2 Banyumas menerima pentasarufan bantuan pendidikan dari sub UPZ MTsN 2 Banyumas. Bantuan pesdik kurang mampu yang diberikan dibagi menjadi dua kelompok yaitu yaitu berupa dana pendidikan dan bantuan seragam (baju setelan dan sepatu). Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat MTsN 2 Banyumas pada hari Jumat dan Sabtu, 20-21 Desember 2024. Peserta didik yang memperoleh dana bantuan dari UPZ merupakan peserta didik yang kurang mampu tetapi tidak memperoleh bantuan dana pendidikan PIP (Program Indonesia Pintar) dari pemerintah, Sabtu, (21/12/2024).

Acara pentasarufan bantuan dana dibuka oleh Ketua Sub UPZ, Solikhan (guru matematika). Pada penjelasannya, Solikhan menyampaikan bahwa," Bantuan dana pendidikan ini merupakan  dana dari zakat 2,5% dari gaji guru karyawan ASN MTsN 2 Banyumas yang disetorkan ke BAZNAS kemudian dikembalikan lagi ke sub UPZ MTsN 2 Banyumas untuk di tasarufkan kepada peserta didik yang membutuhkan. Semoga dengan bantuan dana ini bisa membantu biaya pendidikan dan perlengkapan sekolah seperti buku, tas dan alat tulis lainnya," terang Solikhan.

Kegiatan pentasarufan bantuan pendidikan untuk peserta didik kurang mampu dibagi menjadi dua hari. Hari pertama, Jumat 20 Desember  2024 sebanyak 24 peserta didik mendapatkan bantuan dana pendidikan kurang mampu. Sedangkan untuk hari kedua sebanyak 17 peserta didik memperoleh bantuan seragam sekolah pada, Sabtu 21 Desember 2024 berupa (OSIS, identitas madrasah, Pramuka dan sepatu).

Atik Restusari selaku Kepala MTsN 2 Banyumas,  pada kesempatan lain menyampaikan pesan kepada seluruh peserta didik yang memperoleh bantuan baik dana pendidikan atau bantuan seragam sekolah. Atik menyampaikan bahwa, "Semoga bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadikan sebagai motivasi untuk bisa berprestasi baik dibidang akademis maupun non-akademis. Jangan menjadikan kekurangan atau keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk tidak berprestasi apalagi tidak sekolah. Terus belajar lebih giat dan selalu mengutamakan ibadah dan menjaga sopan santun dimanapun berada," tutur Atik.(Ning/twm)