Penyuluh Agama Hindu Kemenag Banyumas Pimpin Kremasi Jenazah Umat Hindu

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Rangkaian upacara suci kremasi dilangsungkan dengan khidmat, untuk menghantarkan Atman (roh) anggota keluarga yang telah berpulang. Prosesi sakral ini dilangsungkan mulai pukul 10.00 di Krematorium Giri Laya Kaliori, sebagai bagian penting dari perjalanan suci menuju kebebasan abadi. Selasa (14/10)

Dalam ajaran Hindu, kremasi bukanlah sekadar pembakaran jasad, melainkan sebuah upacara penyucian dan pengembalian unsur-unsur pembentuk tubuh manusia, yang dikenal sebagai Panca Mah?bh?ta, kembali kepada alam semesta.

Prosesi di Krematorium Giri Laya ini melambangkan pelepasan unsur kasar (sthula sarira) dan penyucian jiwa dari segala ikatan duniawi. Setiap unsur memiliki maknanya:

- Api (Teja): Membakar jasad sebagai simbol penyucian tertinggi.

- Tanah (Prthivi): Menjadi abu yang menyatu kembali dengan bumi.

- Air (Apah): Kembali ke lautan kehidupan.

- Udara (Vayu): Naik bersama napas terakhir menuju langit.

- Akasa: Menjadi ruang hening tempat roh melanjutkan perjalanan.

Kremasi ini menjadi wujud bhakti dan penghormatan tertinggi keluarga, di mana cinta kasih diyakini tidak berakhir, melainkan berubah wujud menjadi doa yang mengiringi perjalanan Atman menuju Swargaloka.

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Larungan Abu Jenazah (Nganyutang Abu) di Pantai Widarapayung. Larungan ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian upacara, di mana abu jenazah dilarungkan ke laut.

Air laut dalam ajaran Hindu adalah simbol kesucian dan kehidupan abadi, melambangkan Brahman, sumber segala kehidupan. Melalui larungan ini, sisa jasmani dikembalikan sepenuhnya kepada alam, menyatu dengan unsur air yang mengalir ke samudra luas.

Larungan abu menyempurnakan proses penyatuan Panca Mahabhuta sekaligus melambangkan kebebasan roh dari segala ikatan. Air membawa abu menuju lautan, sebagaimana Atman melanjutkan perjalanannya menuju alam suci, dengan harapan dapat mencapai Moksa—kebebasan abadi dari siklus kelahiran dan kematian (punarbhawa).

Semoga Atman mendapatkan tempat terbaik di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kedamaian hati.

Om Santi, Santi, Santi Om. (isa/del)