Penyuluh Jadi Ujung Tombak Konvergensi Lintas Sektor Cegah Stunting Sejak Pra-Konsepsi

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas mengadakan Pertemuan Konvergensi Program Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) di Aula Bappedalitbang Kab. Banyumas. Acara yang dihadiri oleh Dokter Ahli, Akademisi, dan Organisasi Profesi ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi pencegahan stunting melalui Forum Group Discussion. Selasa(04/11)

Dalam laporannya, Kabid Pengendalian Penduduk, Henny Sutikno, menjelaskan bahwa pertemuan ini penting untuk mengeksplorasi peran jelas dari seluruh OPD dan tamu undangan, serta mengembangkan program edukasi perilaku stunting.

Kepala Bappedalitbang, Dedy Noerhasan, menyoroti adanya ketidaksesuaian data stunting di Banyumas. Secara kinerja, Banyumas mencatat hasil yang bagus yaitu peringkat 6, namun dari sisi hasil riil di lapangan, masih di Peringkat 25.

"Setiap tahun ribuan bayi lahir perlu dipersiapkan dan dipastikan kesehatannya bagi Remaja Putri, Catin, Ibu Hamil dan Balita," ujar Dedy.

Dokter Ahli, Qodri Santosa memberikan pandangan krusial bahwa stunting adalah "kegagalan sistem." Menurutnya, kegiatan intervensi sering kali hanya fokus pada anak yang sudah stunting, mengabaikan kondisi Weight Faltering (penurunan atau stagnasi berat badan).

"Weight Faltering adalah alarm yang akan menghambat laju pertumbuhan anak. Apabila dibiarkan, akan tumbuh Stunting-stunting baru di masa mendatang," tegas Qodri.

Ia juga menambahkan bahwa stunting tidak bisa disembuhkan hanya dengan makanan bergizi, tetapi harus beriringan dengan stimulasi.

Sementara itu, dokter spesialis ogyn, Daliman, memaparkan bahwa penyebab stunting bersifat multikultural dan pencegahan harus dimulai sejak masa pra-konsepsi secara lintas sektor. Langkah pencegahan yang disoroti meliputi asupan gizi, deteksi dini, edukasi remaja putri menunda kehamilan sebelum usia 19 tahun, ASI eksklusif, MP-ASI bergizi, suplemen, dan pencegahan penyakit infeksi.

Harapanya FGD ini untuk memastikan weight faltering anak tidak terabaikan dan mengurangi risiko stunting yang dialami oleh anak.(Yyk)