Penyuluh KUA Ingatkan Jamaah MT Darussalam tentang Dampak Buruk Sifat Takabur
Oleh KUA purwojati
Banyumas – Majelis Taklim Darussalam mengadakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan yang diikuti oleh jamaah dengan penuh perhatian dan semangat. Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Purwojati, Muhamad Zaelani, sebagai pemateri. Rabu (17/06)
Dalam kajiannya, Muhamad Zaelani, menyampaikan tema “Bahaya Sifat Takabur.” Beliau menjelaskan bahwa takabur merupakan sikap merasa diri lebih baik, lebih mulia, atau lebih tinggi daripada orang lain yang dapat merusak hubungan sosial maupun kualitas keimanan seseorang.
Beliau menerangkan bahwa sifat takabur termasuk akhlak tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim. Kesombongan dapat menutup hati dari kebenaran, menimbulkan permusuhan, serta menghilangkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Sebaliknya, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa bersikap rendah hati (tawadhu’) dan menghormati sesama.
Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW yang meskipun memiliki kedudukan mulia, tetap menunjukkan sikap rendah hati kepada siapa pun. Sikap tawadhu’ dinilai sebagai salah satu kunci untuk memperoleh keberkahan hidup dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh kekhidmatan. Melalui Bimluh ini diharapkan jamaah Majelis Taklim Darussalam semakin memahami bahaya sifat takabur serta termotivasi untuk membiasakan sikap rendah hati, menghargai sesama, dan memperkuat akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
