Penyuluh Sokaraja Rencanakan Khataman Al-Quran dan Iqra Bersama 125 Warga Binaan
Oleh KUA Sokaraja
Sokaraja — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sokaraja merencanakan pelaksanaan Khataman Al-Qur’an dan Iqra bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, dan mendalami pembelajaran Al-Qur’an. Rabu (16/09)
Rencana kegiatan tersebut dikoordinatori oleh Faidus Sa'aad, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sokaraja. Saat ini, kegiatan masih berada pada tahap persiapan, pendataan, serta pengukuran capaian pembelajaran warga binaan.
Program pembelajaran Al-Qur’an tersebut diikuti oleh 125 warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto. Pembelajaran dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Kamis, dengan materi dan target capaian yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing warga binaan.
Adapun kriteria capaian pembelajaran yang menjadi bagian dari persiapan khataman meliputi:
- Khatam Iqra’, hafalan Surat At-Takatsur, serta hafalan doa-doa salat.
- Binadhor 30 juz.
- Bil ghaib 1 juz, yaitu Juz 30.
- Bil ghaib 5 juz dan seterusnya.
Capaian tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi untuk mengetahui perkembangan kemampuan warga binaan dalam belajar Al-Qur’an.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan capaian pembelajaran, rencana kegiatan khataman tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Munawar Banjaranyar, Sokaraja.
Warga binaan yang memenuhi kriteria capaian pembelajaran yang telah ditentukan direncanakan akan mendapatkan Syahadah. Pemberian Syahadah diharapkan menjadi bentuk penghargaan atas kesungguhan mereka dalam mengikuti pembelajaran sekaligus memberikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan keagamaan sehingga berlangsung secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, Kamis, 17 September 2026, rencana kegiatan serta hasil pendataan capaian pembelajaran akan disampaikan kepada warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto. Penyampaian tersebut direncanakan berlangsung setelah Apel Kesadaran KORPRI tingkat Kecamatan Sokaraja.
Sementara itu, acara khataman masih berstatus sebagai kegiatan yang direncanakan. Waktu dan teknis pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil koordinasi serta kesiapan pihak-pihak yang terlibat.
Pembinaan Al-Qur’an bagi warga binaan mendapatkan dukungan penuh dari Staf Yantah H. Marmin dan Mas Febri. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu kelancaran pelaksanaan pembelajaran keagamaan di lingkungan Lapas Kelas IIA Purwokerto.
Pembelajaran yang berlangsung setiap Selasa dan Kamis tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur perkembangan belajar warga binaan secara bertahap.
Melalui evaluasi tersebut, perkembangan masing-masing warga binaan dapat diketahui dan menjadi bahan untuk menentukan target pembelajaran berikutnya.
Antusiasme Warga Binaan
Antusiasme warga binaan dalam mengikuti pembelajaran Al-Qur’an menjadi salah satu dorongan bagi keberlanjutan program pembinaan tersebut.
Mereka diberikan kesempatan untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, menghafal surat-surat Al-Qur’an, menghafal doa-doa salat, serta meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai dengan tahapan masing-masing.
Semangat tersebut menjadi energi positif bagi Penyuluh Agama Islam untuk terus memberikan pendampingan secara konsisten.
Pembinaan Al-Qur’an Menumbuhkan Harapan
Rencana Khataman Al-Qur’an dan Iqra ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi, apresiasi, dan motivasi bagi warga binaan dalam menjalani proses pembelajaran.
Pembinaan yang dilakukan secara rutin setiap Selasa dan Kamis menunjukkan bahwa kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an membutuhkan proses, kesabaran, serta konsistensi. Mulai dari khatam Iqra’, hafalan Surat At-Takatsur dan doa-doa salat, membaca Al-Qur’an secara binadhor 30 juz, hingga hafalan secara bil ghaib, setiap capaian merupakan bagian penting dari perjalanan belajar.
Kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sokaraja, Staf Yantah, dan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Munawar Banjaranyar Sokaraja diharapkan semakin memperkuat pembinaan tersebut.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, kegiatan khataman nantinya diharapkan menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas kesungguhan warga binaan sekaligus menumbuhkan semangat baru untuk terus belajar dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Sebab, proses memperbaiki diri dapat dimulai dari langkah sederhana: membaca, menghafal, belajar, dan terus berusaha menjadi lebih baik.
