HUT RI #81

Penyuluhan di MT Wali Murid RA Diponegoro Windunegara, Bahas Sangkan Paraning Dumadi

K
KUA Wangon
15 Okt 2026
9x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 15-10-2026 13:17
SHARE

 

Wangon — Jamaah ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Wali Murid RA Diponegoro Windunegara mengikuti kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam dengan penuh khidmat. Kegiatan ini mengangkat materi “Sangkan Paraning Dumadi: Aku Berasal dari Mana, Sedang Apa, Akan ke Mana” yang mengajak jamaah merenungkan asal-usul penciptaan manusia, tujuan hidup di dunia, serta perjalanan menuju kehidupan akhirat. Kamis (15/10)

Dalam penyampaian materinya, Zainur, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menjelaskan bahwa kehidupan manusia bukan sekadar menjalani aktivitas sehari-hari, melainkan sebuah perjalanan yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Melalui pemahaman sangkan paraning dumadi, jamaah diajak menyadari bahwa manusia berasal dari Allah SWT, menjalani kehidupan di dunia sebagai ladang amal, dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

Zainur juga menguraikan kronologi perjalanan kehidupan akhirat, mulai dari alam barzakh, Padang Mahsyar, perhitungan amal melalui Mizan, melewati Shirat, hingga Kautsar, surga, dan Liqa Allah atau perjumpaan dengan Allah SWT. Penjelasan tersebut mengingatkan jamaah agar senantiasa memperbaiki ibadah, menjaga akhlak, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan setelah kematian. “Kita perlu selalu mengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Karena itu, gunakan waktu yang diberikan Allah untuk beribadah, berbuat baik, dan menebar manfaat bagi sesama,” ungkap Zainur.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, terutama ketika memasuki sesi tanya jawab. Para jamaah ibu-ibu tampak antusias menyampaikan pertanyaan seputar perjalanan kehidupan akhirat dan amalan yang perlu dipersiapkan selama hidup di dunia. Salah seorang jamaah menyampaikan bahwa materi tersebut memberikan pengingat yang mendalam tentang pentingnya memperbaiki diri. “Pengajian ini membuat kami semakin sadar bahwa hidup di dunia tidak selamanya. Kami diingatkan untuk lebih tekun beribadah, memperbaiki perilaku, dan memanfaatkan waktu bersama keluarga untuk melakukan kebaikan,” tuturnya.

Melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam ini, diharapkan jamaah MT Wali Murid RA Diponegoro Windunegara semakin memahami makna kehidupan serta memiliki kesadaran untuk mempersiapkan bekal akhirat sejak dini. Kegiatan majelis taklim tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, dan membangun keluarga yang religius serta berakhlak mulia.(srf)