Peran Strategis KUA Menguat Lewat Partisipasi dalam FGD
Oleh KUA Lumbir
Banyumas — Kantor Urusan Agama (KUA) Lumbir menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan penguatan program keagamaan dengan menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan instansi Kecamatan Lumbir di ruang rapat kecamatan lumbir.. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat sinergi antar lembaga serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat. Rabu (22/04)
Dalam kegiatan FGD tersebut, perwakilan KUA Lumbir turut aktif berpartisipasi dalam diskusi yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, tokoh agama, hingga perwakilan masyarakat. Beragam isu strategis dibahas secara mendalam, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta optimalisasi peran penyuluh agama di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif. Setiap peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, masukan, serta pengalaman di lapangan yang dapat menjadi bahan evaluasi bersama. KUA Lumbir sendiri menyampaikan sejumlah gagasan terkait upaya peningkatan kualitas layanan, termasuk pentingnya inovasi dalam pelayanan publik serta pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat.
Kepala KUA Lumbir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam FGD merupakan bagian dari upaya untuk terus belajar dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. “Forum seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, berbagi pengalaman, serta mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi. Kami berharap hasil dari diskusi ini dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, FGD juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dengan adanya komunikasi yang baik antar instansi, diharapkan program-program keagamaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.dalam kegiatan ini membahas beberapa poin penting diantaranya mengenai sosialisasi penanganan anak tidak sekolah(ATS),sinergitas dan kolaborasi pelayanan adminduk,dan sosialisasi kecamatan berdaya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, KUA Lumbir kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan keagamaan yang adaptif, responsif, dan inovatif. Ke depan, hasil dari Focus Group Discussion ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan dan program yang lebih baik, demi terwujudnya masyarakat yang harmonis, religius, dan sejahtera.
