Pesan Damai dari Warga Kristiani Warnai Pertemuan Penyuluh dan PKUB Kedungbanteng
Oleh KUA Kedungbanteng
Kedungbanteng – Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kedungbanteng bersama Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di Rumah Makan Pipir, Blumbang, Keniten, tidak hanya menjadi forum diskusi mengenai strategi komunikasi persuasif, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengalaman nyata tentang kehidupan yang rukun di tengah keberagaman masyarakat. Rabu (17/06)
Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala KUA Kedungbanteng Heru Purwanto, para Penyuluh Agama Islam, pengurus PKUB, dan anggota PKUB tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam sesi diskusi dan penyampaian pengalaman peserta, salah satu anggota PKUB, Sugiarti, penganut agama Kristen yang berdomisili di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, menyampaikan kesaksian yang menggambarkan kuatnya nilai toleransi dan kerukunan yang tumbuh di lingkungan masyarakat setempat.
Di hadapan peserta FGD, Sugiarti menyampaikan pesan damai dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang. Beliau mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua puluh tahun tinggal di Desa Windujaya, dirinya tidak pernah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan akibat perbedaan keyakinan yang dianutnya.
“Selama saya tinggal di Windujaya lebih dari 20 tahun, saya tidak pernah menemukan perlakuan yang buruk dari warga sekitar. Justru saya merasakan suasana yang damai, nyaman, dan penuh rasa kekeluargaan. Kami saling menghormati dan hidup berdampingan dengan baik,” ungkap Sugiarti di hadapan peserta forum.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari peserta yang hadir karena menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama telah tumbuh dan terpelihara dengan baik di tengah masyarakat Kecamatan Kedungbanteng. Pengalaman yang disampaikan Ibu Sugiarti juga menjadi contoh bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun hubungan sosial yang harmonis dan saling mendukung.
Kepala KUA Kedungbanteng, Heru Purwanto, dalam tanggapannya menyampaikan bahwa kesaksian tersebut merupakan cerminan keberhasilan masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama. Menurutnya, kerukunan yang terjalin harus terus dijaga melalui komunikasi yang baik, saling menghormati, serta semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pengurus PKUB menegaskan bahwa pengalaman yang disampaikan Sugiarti menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus mengampanyekan pesan damai dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman. PKUB berkomitmen untuk terus menjadi wadah dialog dan kerja sama antarumat beragama guna menciptakan lingkungan yang aman, tenteram, dan harmonis.
Melalui kegiatan FGD ini, seluruh peserta sepakat bahwa kerukunan umat beragama merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Pesan damai yang disampaikan Sugiarti menjadi pengingat bahwa toleransi yang diwujudkan dalam tindakan nyata mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai, nyaman, dan penuh kebersamaan.
