Rajut Toleransi di Lereng Giri Kendeng: Penyuluh Agama Banyumas Rayakan Tiga Hari Besar Sekaligus
Oleh KUA Somagede
Somagede – Suasana khidmat dan penuh keakraban menyelimuti Pura Pedaleman Giri Kendeng, Desa Klinting, Kecamatan Somagede hari ini. Penyuluh Agama Islam dari KUA Somagede tampak membaur bersama rekan sejawat Penyuluh Agama Islam se Kabupaten banyumas juga penyuluh agama lintas iman dalam gelaran Halal Bihalal dan Dharma Santi yang diinisiasi oleh Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Banyumas. Kamis (09/04)
Momen ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah simfoni kerukunan yang menyatukan tiga perayaan besar sekaligus: Halal Bihalal bagi umat Islam, Dharma Santi bagi umat Hindu, dan Paskah bagi umat Kristiani.
Ketua PD IPARI Kabupaten Banyumas, H. Lubab Habiburrohman, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemilihan Pura sebagai lokasi pertemuan adalah wujud nyata dari program unggulan Rajut Topi Mas (Merajut Toleransi Penyuluh Agama Islam Kabupaten Banyumas).
"Kami berkomitmen untuk hadir dan bersilaturahmi langsung di rumah ibadah lintas iman secara bergilir. Ini adalah cara kami merajut simpul toleransi agar semakin kuat di tingkat akar rumput," ujar beliau.
Untuk agenda tiga bulan mendatang, giliran Penyuluh Agama Islam yang akan menjadi tuan rumah. Sesuai konsep bergilir, pertemuan tersebut direncanakan akan bertempat di salah satu masjid ikonik di wilayah Kabupaten Banyumas.
Selain mempererat tali persaudaraan, pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi penting. Kabupaten Banyumas secara resmi bersiap menyambut perhelatan besar sebagai tuan rumah Porseni IPARI Karesidenan Banyumas.
-
Waktu Pelaksanaan: 10 Juni 2026
-
Lokasi Utama: MAN 2 Banyumas
Ajang olahraga dan seni ini diharapkan menjadi panggung bagi para penyuluh untuk menunjukkan sportivitas sekaligus soliditas antarwilayah di Karesidenan Banyumas.
Pesan Utama Hari Ini: Kehadiran para penyuluh di Pura Pedaleman Giri Kendeng hari ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh masyarakat: bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan kekayaan yang harus dijaga dengan silaturahmi yang tulus. (Nuryati)
