Rakor Panitia Mematangkan Porseni Penyuluh Agama Se-Eks Karesidenan Banyumas

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Di tengah denyut semangat kebersamaan yang hangat, para Penyuluh Agama se-Eks Karesidenan Banyumas berkumpul dalam sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) yang bukan sekadar forum teknis, melainkan ruang pertemuan hati dan niat untuk mempererat persaudaraan. Rakor ini membahas secara mendalam teknis pelaksanaan lomba-lomba Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), yang akan menjadi ajang silaturahmi sekaligus unjuk bakat para penyuluh. Senin (13/04)

Rakor berlangsung dalam suasana yang hangat namun tetap profesional. Setiap detail teknis dibahas dengan cermat—mulai dari jenis lomba, mekanisme penilaian, hingga kesiapan panitia dan peserta. Namun lebih dari itu, terselip harapan besar bahwa Porseni ini akan menjadi jembatan yang menghubungkan hati, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan semangat kolaborasi di antara para penyuluh agama.

Diskusi demi diskusi mengalir, diselingi canda ringan yang mencairkan suasana. Dalam setiap pendapat yang disampaikan, terasa ada ketulusan untuk saling melengkapi. Tidak ada sekat, tidak ada ego—yang ada hanyalah semangat untuk menghadirkan kegiatan yang bermakna dan berkesan bagi semua.

“Ini adalah momentum untuk saling mengenal lebih dekat, menguatkan persaudaraan, dan mengingatkan bahwa di balik tugas-tugas kita yang berat, ada ruang untuk bergembira bersama,” ungkap Muhammad Taubah sebagai salah satu peserta Rakor.

Di balik pembahasan teknis yang tampak formal, tersimpan nilai-nilai kemanusiaan yang begitu dalam. Para penyuluh agama, yang sehari-hari mengabdikan diri untuk membimbing masyarakat, kini duduk bersama sebagai satu keluarga besar, merancang sebuah pertemuan yang akan menghadirkan tawa, kebahagiaan, dan kenangan yang tak terlupakan.

Menjelang akhir Rakor, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Doa dipanjatkan bersama, memohon kelancaran dan keberkahan atas rencana yang telah disusun. Dalam hening yang menyelimuti, setiap hati seakan berbisik: bahwa kebersamaan adalah kekuatan, dan persaudaraan adalah anugerah yang harus terus dijaga.

Rakor hari itu pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan. Ia menjelma menjadi pengingat bahwa di balik setiap program kerja, ada nilai kebersamaan yang harus dirawat. Dan dalam setiap langkah pengabdian, selalu ada ruang untuk saling menguatkan—agar perjalanan ini tidak hanya bermanfaat, tetapi juga penuh makna dan kehangatan.