Ratusan Peserta Berebut Kursi Menjadi Calon Petugas Haji
Oleh HUMAS
Semarang (Humas) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan tes Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara bagi calon petugas haji masa pemberangkatan tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Arkenso, Semarang, dan diikuti oleh lebih dari 250 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kamis (5/12)
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring petugas haji yang kompeten dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia. Sedangkan dari Kabupaten Banyumas, sebanyak 12 calon petugas haji turut ambil bagian dalam seleksi ini.
“Tes CAT dan wawancara ini menjadi bagian dari proses rekrutmen yang transparan dan objektif, memastikan petugas yang terpilih memiliki kemampuan administrasi, teknis, serta komunikasi yang mumpuni,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin yang yang juga bertugas sebagai tim seleksi .
Tahapan seleksi dilakukan secara ketat, mulai dari ujian berbasis komputer yang diadakan di masing masing kabupaten/kota bertujuan untuk mengukur kemampuan pengetahuan umum, regulasi, dan teknis penyelenggaraan haji, hingga wawancara yang menilai integritas, komitmen, dan kesiapan mental para calon petugas. Peserta yang lolos di tingkat kabupaten/kota maju ke tingkat provinsi.
“ Seleksi calon petugas haji untuk masa pemberangkatan tahun 2025 tidak hanya mengutamakan aspek teknis, tetapi juga kompetensi spiritual, integritas, dan pemahaman mendalam tentang layanan haji. Oleh karena itu, materi tes Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara disusun secara komprehensif, meliputi beberapa aspek penting.” Terangnya.
“ Ada enam aspek yang diujikan yakni pertama baca tulis Al-Qur’an, peserta diwajibkan membaca Surat Al-Baqarah ayat 197 dengan memperhatikan tajwid yang benar, serta memahami terjemah dan tafsirnya. Kedua pemahaman layanan haji, ujian ini menilai pemahaman peserta tentang Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. Ketiga pengalaman tugas di bidang perhajian, peserta yang memiliki pengalaman bertugas dalam pelayanan haji diberikan nilai tambah. Keempat problem solving, peserta diuji kemampuannya dalam menghadapi situasi darurat dan memecahkan masalah . Kelima Integritas, tes ini mengukur sikap disiplin, kemampuan membuat laporan secara akurat, serta kepedulian kepada jemaah, terutama lansia. Kepatuhan terhadap aturan yang berlaku menjadi poin utama dalam penilaian. Dan terakhir Loyalitas , penilaian dilakukan untuk mengukur tingkat komitmen peserta terhadap moderasi beragama dan pelaksanaan ibadah haji. Loyalitas dalam tugas dan dedikasi terhadap penyelenggaraan haji menjadi salah satu indikator penting.” Terangnya lebih lanjut.
Hasil seleksi ini akan menentukan siapa saja yang akan bertugas mendampingi jemaah haji asal Jawa Tengah selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025. Dengan total peserta mencapai 250 orang lebih menjadikan proses seleksi berlangsung ketat untuk memastikan standar kualitas pelayanan yang tinggi bagi jemaah haji. Seleksi calon petugas haji ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan, sekaligus mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan pelayan yang prima terhadap masyarakat. (yud)
