HUT RI #81

Semangat Jamaah Lansia MT Samiaji Melung Belajar BTQ Bersama Penyuluh KUA Kedungbanteng

KUA Kedungbanteng
KUA Kedungbanteng
08 Okt 2026
10x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 08-10-2026 17:00
SHARE

Kedungbanteng — Usia bukan menjadi penghalang untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Samiaji, Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, yang diikuti para jamaah dengan rata-rata usia di atas 50 tahun. Kamis (08/10)

Kegiatan pembinaan dan penyuluhan diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kedungbanteng, Usman, Imam, dan Rifqoh, dengan materi utama Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Para jamaah mengikuti pembelajaran dengan penuh antusias, meskipun sebagian di antara mereka masih perlu mendapatkan pendampingan dalam mengenali huruf, membaca, maupun memperbaiki pelafalan ayat Al-Qur’an.

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan. Para penyuluh memberikan bimbingan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing jamaah. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan kesempatan kepada jamaah untuk bertanya dan memperbaiki bacaan secara langsung.

Bagi para jamaah Majelis Taklim Samiaji, kegiatan BTQ menjadi ruang untuk terus belajar tanpa merasa malu dengan usia. Semangat mereka menunjukkan bahwa keinginan untuk memahami dan membaca Al-Qur’an dapat tumbuh kapan saja.

Para penyuluh juga memberikan motivasi agar jamaah tidak mudah menyerah dalam belajar. Kemampuan membaca Al-Qur’an tidak harus dicapai secara cepat, tetapi dapat dilakukan sedikit demi sedikit melalui latihan dan pembiasaan yang dilakukan secara rutin.

Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kedungbanteng berharap pembinaan BTQ dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi jamaah. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga diharapkan semakin mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Semangat para jamaah yang mayoritas telah berusia lanjut menjadi pengingat bahwa belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Selama masih ada kemauan untuk belajar, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik.