Sentuhan Kebahagiaan Ibu Jadi Kunci Keluarga Sakinah dan Cegah Stunting

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Sumpiuh – Membangun fondasi keluarga yang kokoh memerlukan kesiapan yang matang, bukan hanya secara fisik tetapi juga mental dan spiritual. Menyadari hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Sumpiuh melalui Penyuluh Agama Islam, Laeli Najihah, melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) mandiri bagi pasangan calon pengantin (catin), Agum Riyasmoko dan Imma Nur Aini, bertempat di Kebokura. Senin (29/06)

Dalam bimbingan yang berlangsung khidmat ini, Laeli Najihah mengusung tema penting mengenai komunikasi yang baik dalam rumah tangga serta peran strategis seorang istri. Ia menekankan bahwa kebahagiaan seorang istri merupakan kunci utama dari kebahagiaan seluruh anggota keluarga.

"Ibu adalah jantung dalam rumah tangga. Jika jantungnya sehat dan bahagia, maka seluruh denyut kehidupan di dalam rumah akan berjalan dengan harmonis," ujar Laeli di hadapan pasangan catin.

Lebih lanjut, Laeli menjelaskan bahwa pola komunikasi yang sehat antara suami dan istri menjadi jembatan untuk menghindari konflik. Di samping itu, kebahagiaan dan kesehatan mental seorang ibu memiliki korelasi langsung terhadap tumbuh kembang anak kelak.

"Ibu yang bahagia dan sehat secara lahir batin adalah modal utama bagi kesehatan anak. Dari ibu yang bahagia, akan lahir pola asuh yang optimal sehingga anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terhindar dari risiko stunting," tambahnya.

Melalui pembekalan binwin mandiri ini, KUA Sumpiuh berharap pasangan Agum dan Imma siap melangkah ke jenjang pernikahan dengan pemahaman yang utuh, tekad yang kuat, serta komitmen untuk saling membahagiakan demi terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.