Solusi Perubahan Nama di Buku Nikah

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Di balik setiap lembar buku nikah, tersimpan kisah tentang dua hati yang dipersatukan dalam ikatan suci, tentang doa-doa orang tua yang terangkat ke langit, serta tentang perjalanan panjang sebuah keluarga yang dibangun dengan cinta dan pengorbanan. Karena itu, setiap data yang tercantum di dalamnya memiliki arti penting yang harus dijaga keabsahan dan ketepatannya. Rabu (17/06)

Dengan penuh kesabaran dan keramahan, Dwi Astuti bersama Zulfatun Ulya membantu warga Jatilawang yang datang ke Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang untuk berkonsultasi mengenai prosedur perubahan nama dalam buku nikah. Pelayanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen KUA Jatilawang dalam memberikan pendampingan yang informatif dan humanis kepada masyarakat.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, keduanya memberikan penjelasan mengenai persyaratan serta tahapan yang harus ditempuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat memperoleh pemahaman yang benar sehingga proses penyesuaian data dapat dilakukan secara tertib dan sah.

Bagi sebagian orang, perubahan nama dalam buku nikah mungkin hanya berkaitan dengan administrasi. Namun, sesungguhnya ketepatan identitas merupakan bagian penting dalam menjaga hak-hak keluarga serta memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri dan anak-anak mereka di masa mendatang.

Dwi Astuti dan Zulfatun Ulya menyadari bahwa setiap warga yang datang membawa harapan dan cerita yang berbeda. Oleh sebab itu, pelayanan tidak hanya diberikan melalui penjelasan mengenai prosedur, tetapi juga melalui sikap empati dan ketulusan yang mampu menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat.

Di tengah kesibukan pelayanan sehari-hari, ruang konsultasi KUA Jatilawang menjadi tempat bertemunya harapan dengan solusi. Ada wajah-wajah yang semula dipenuhi kegelisahan, kemudian pulang dengan hati yang lebih tenang setelah memperoleh penjelasan yang dibutuhkan. Ada pula keluarga yang datang dengan harapan agar segala urusan dapat berjalan dengan baik demi masa depan yang lebih pasti.

Sesungguhnya, pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar yang terlihat oleh banyak mata. Terkadang, ia hadir dalam bentuk yang sederhana: mendengarkan dengan sabar, menjelaskan dengan penuh ketelitian, dan membantu masyarakat menemukan jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.

Dari ruang pelayanan KUA Jatilawang yang sederhana, terpancar pesan yang begitu meneduhkan bahwa negara hadir tidak hanya melalui aturan dan dokumen, tetapi juga melalui tangan-tangan yang bekerja dengan ikhlas dan hati-hati yang senantiasa berusaha menghadirkan kemudahan bagi sesama.

Dan pada akhirnya, sebagaimana tinta yang tertoreh pada lembar buku nikah menjadi saksi sebuah janji suci, demikian pula setiap pelayanan yang dilakukan dengan cinta dan ketulusan akan menjadi jejak kebaikan yang tak lekang oleh waktu. Sebab, di balik setiap persoalan yang terselesaikan, selalu ada kebahagiaan yang tumbuh, dan di balik setiap senyum warga yang pulang dengan hati lega, tersimpan makna pengabdian yang sesungguhnya.