Sosialisasi US PAI Diikuti Oleh 50 Peserta
Oleh HUMAS
Purwokerto : Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi, M. Ag. didampingi Kasi PAI Agus Setiawan, S.Sos.I , Pengawas PAI membuka dan memberikan pembinaan dalam kegiatan Sosialisasi Ujian Sekolah Pendidikan Agama Islam (PAi) dan Budi Pekerti Tahun 2022 bertempat di Rumah Makan Joglo Indah Purwokerto Utara. Rabu, 07 Maret 2022.
Sosialisasi diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pengawas PAI, operator sekolah, perwakilan guru PAI dari SD, SMP, SMK, dan SMA , dimana sasaran kegiatan Rapat Evaluasi Ujian PAI adalah Panitia Ujian PAI pada KKG PAI SD, MGMP SMP SMP, SMA/SMK, AGPAI dan Pengawas PA .
Kasi PAI Agus Setiawan dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah Penguatan konten moderasi beragama yang mendorong terlaksananya ujian sekolah dengan mengedepankan integritas, solidaritas, dan tenggang rasa. Serta penjaminan mutu untuk menguatkan kompetensi Guru PAI di sekolah karena Pendidikan Agama Islam mempunyai peranan yang strategis dalam pembentukan akhlak pribadi siswa.
Ditempat yang sama Akhsin Aedi menyatakan bahwa kebijakan Kementerian Agama dalam ujian sekolah MAPEL PAI dan Budi Pekerti tahun 2022 bahwa Ujian bisa diselenggarakan dalam bentuk portofolio, penugasan, tes tertulis, atau bentuk kegiatan lain yang ditetapkan satuan pendidikan sesuai dengan kompetensi yang diukur berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.
" Hal ini juga sudah diatur oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional. Dalam komponen ujian sekolah terdapat ujian sekolah Pendidikan Agam Islam, Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) harus menyiapkan soal ujian sekolah dengan standar kualitas yang ditetapkan pemerintah." terangnya.
" Ini juga sudah dikuatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan ."
Kekhususan Kemenag dalam pengelolaan pendidikan agama mencerminkan perbedaan jenis pendidikan ini dibanding pendidikan lainnya.
" Pendidikan agama bertujuan membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , Pendidikan agama menumbuhkembangkan akhlak mulia dan mendorong kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama , Pendidikan agama mendorong kemampuan dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan ." pungkasnya. (Tum)
