HUT RI #81

Sosialisasikan EWS SI RUKUN, Kepala KUA Baturraden Gandeng Pemerintah Kecamatan Cegah Konflik Keagamaan

Oleh KUA baturraden
SHARE

Baturraden – Dalam upaya menjaga stabilitas dan kerukunan umat beragama di tingkat akar rumput, Kantor Urusan Agama (KUA) Baturraden memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan setempat. Kepala KUA Baturraden yang baru, Budi Susanto, melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus diskusi strategis dengan Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah. Rabu (02/09)

Bertempat di ruang tamu Kantor Kecamatan Baturraden, kedatangan Budi Susanto yang didampingi oleh Fathurrochman disambut dengan hangat oleh Camat Baturraden. Turut hadir mendampingi dalam pertemuan tersebut Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Baturraden, Supriyatin.

Diskusi pagi itu berfokus pada langkah preventif dan penanganan dini terhadap potensi gesekan di masyarakat. Budi Susanto menyampaikan bahwa Kementerian Agama saat ini memiliki instrumen khusus dalam penanganan konflik sosial keagamaan melalui aplikasi inovatif bernama EWS SI RUKUN (Early Warning System Indonesia Rukun).

“Melalui sistem ini, kami para penyuluh agama dan penghulu di setiap kecamatan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengidentifikasi, melaporkan, bahkan jika memungkinkan melakukan penanganan awal guna meredam potensi konflik keagamaan agar tidak membesar,” papar Budi.

Namun, Budi juga menyadari adanya tantangan di lapangan terkait keterbatasan sumber daya manusia. Ia mengungkapkan bahwa jumlah penyuluh agama saat ini masih terbatas sehingga belum seluruh desa di Baturraden memiliki penyuluh yang bersiaga di tempat. Oleh karena itu, KUA sangat membutuhkan dukungan dari pihak kecamatan dan desa.

“Mengingat keterbatasan tersebut, kami memohon berkenan kepada Bapak Camat beserta jajaran untuk saling berkoordinasi. Ketika ada laporan atau gejala konflik sosial keagamaan sekecil apa pun di masyarakat, mohon kami diinformasikan agar KUA bisa ikut hadir, turun langsung, dan mengambil peran dalam penanganannya,” harap Budi.

Menanggapi pemaparan tersebut, Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah, menyambut positif inisiatif KUA. Bangkit menjelaskan bahwa kondisi sosiologis masyarakat Baturraden saat ini sangat kondusif. Kasus-kasus yang berujung pada konflik, terutama yang berlatar belakang agama, terpantau relatif landai dan bahkan sangat jarang terjadi.

Meski demikian, Bangkit sangat mengapresiasi sistem peringatan dini yang digagas oleh Kementerian Agama tersebut. Ia menilai kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama meski wilayahnya tergolong aman.

“Kami sampaikan terima kasih banyak atas informasi penting ini, sekaligus apresiasi tinggi kepada Kementerian Agama. Dengan adanya peran aktif dari KUA dan aplikasi EWS SI RUKUN ini, berarti saat ini kita telah memiliki kekuatan tambahan yang solid dalam penanganan kasus atau potensi konflik di masyarakat,” tegas Angga.

Pertemuan lintas sektoral ini menjadi tonggak penting bagi KUA dan Kecamatan Baturraden dalam membangun sistem deteksi dini terpadu. Ke depannya, sinergi ini diharapkan dapat memastikan Baturraden tetap menjadi wilayah yang damai, toleran, dan rukun dalam keberagaman masyarakatnya. (Fth)