Tata Konservasi Sungai Berem, Penyuluh dan Pemdes Banjaranyar Dorong Ekonomi Umat
Oleh KUA Sokaraja
Sokaraja — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sokaraja melakukan koordinasi bersama Pemerintah Desa Banjaranyar untuk menata pengelolaan zona Konservasi Perikanan Sungai Berem. Koordinasi berlangsung santai di halaman samping rumah Kepala Desa Banjaranyar, Karseno, dengan dihadiri Wiwit Pujianto selaku pengelola zona Konservasi Perikanan KOMPAK JAGA KALI, Carik Desa Banjaranyar Sukirso, serta Faidus Sa’ad, Penyuluh Agama Islam sekaligus Penasehat KOMPAK JAGA KALI. Kamis (01/10)
Koordinasi pertama menyepakati pentingnya penataan zona konservasi sekaligus penyusunan aturan pengelolaan yang jelas. Langkah tersebut diarahkan agar keberadaan Sungai Berem tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi potensi pemberdayaan dan pengembangan ekonomi umat bagi masyarakat Banjaranyar.
Selain itu, forum menyepakati restrukturisasi kepengurusan KOMPAK JAGA KALI agar organisasi berjalan lebih efektif, memiliki pembagian tugas yang jelas, serta mampu mengelola program konservasi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Faidus menegaskan sinergi antara Pemdes, pengelola konservasi dan masyarakat menjadi kunci agar zona konservasi memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomis.
Setelah direstrukturisasi, SK KOMPAK JAGA KALI dijanjikan selesai pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila. Dengan penataan kelembagaan dan aturan tersebut, Sungai Berem diharapkan semakin terjaga sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi kegiatan ekonomi umat berbasis potensi lokal.
