Teguhkan Pancasila sebagai Pemersatu, MTsN 3 Banyumas Khidmat Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas= — Semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Pancasila kembali diteguhkan keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas melalui Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Mengusung semangat Pancasila sebagai pemersatu bangsa, seluruh murid dan GTK mengikuti upacara dengan penuh khidmat, tertib, dan disiplin. Upacara menjadi momentum untuk kembali mengingat sejarah sekaligus merefleksikan bagaimana nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Kamis (01/10)
Bertindak sebagai pemimpin upacara, Khaitnul, murid kelas 9A, tampil lantang, tegap, dan penuh percaya diri dalam memimpin jalannya upacara. Setiap rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan tertib, mulai dari penghormatan, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, hingga rangkaian kegiatan lainnya. Kekhidmatan semakin terasa ketika seluruh peserta berdiri tegap mengikuti setiap tahapan upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan dan ideologi bangsa.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, Sudir, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Tanggal 1 Oktober menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengenang kembali peristiwa kelam yang terjadi pada 30 September 1965 sekaligus meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Menurutnya, mengenang sejarah bukan sekadar mengingat sebuah peristiwa masa lalu, tetapi menjadi kesempatan untuk mengambil pelajaran dan memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan Indonesia.
Dalam amanatnya, Kamad menekankan bahwa bagi keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas, nilai terpenting yang dapat diambil dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah kesadaran bahwa Pancasila merupakan pemersatu, bukan pemecah. Perbedaan suku, budaya, bahasa, karakter, maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauhkan diri. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan. “Pancasila harus dijaga dengan tindakan nyata,” pesan Kamad, seraya mengajak seluruh murid untuk tidak hanya hafal sila-sila Pancasila, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menghadapi tantangan zaman now, Kamad juga berpesan agar murid memiliki pendirian yang teguh dan tidak mudah terbawa oleh berbagai pengaruh negatif yang berkembang di lingkungan maupun dunia digital. Murid diajak menjadi generasi yang berakhlak Pancasila: jujur, disiplin, dan peduli. Terlebih di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, setiap murid diharapkan mampu menjadi netizen Pancasilais, dengan membiasakan diri untuk saring sebelum sharing, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak melakukan perundungan di dunia maya, serta senantiasa menjaga tutur kata dan sikap dalam berinteraksi.
“Jadilah penjaga Pancasila, mulai dari hal terkecil dan mulai dari diri sendiri,” menjadi pesan kuat yang disampaikan Kamad kepada seluruh peserta upacara. Menjaga Pancasila tidak harus selalu melalui tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari kejujuran ketika belajar, kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban, menghormati guru dan teman, peduli terhadap lingkungan, menjaga persaudaraan, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah hafalan, tetapi benar-benar menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap murid MTs Negeri 3 Banyumas.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MTs Negeri 3 Banyumas akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Upacara ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan, membangun karakter, dan menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dengan semangat “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur”, keluarga besar MTs Negeri bertekad menjadikan nilai Pancasila sebagai ruh dalam setiap langkah pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Pancasila dijaga bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan keteladanan dan tindakan nyata.
HumasMTsN3
