Tekan Angka Stunting, Penyuluh KUA Banyumas Ikuti Pembekalan Terpadu bersama PKK
Oleh HUMAS
Banyumas – Sebagai wujud komitmen nyata dalam mencetak generasi masa depan yang sehat dan berkualitas, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Banyumas menghadiri kegiatan pembekalan penyuluhan penanganan dan pencegahan stunting. Senin (22/06)
Kegiatan strategis ini bertujuan untuk memperkuat peran tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat luas. Melalui pembekalan ini, para penyuluh diharapkan dapat mengoptimalkan penyampaian informasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan demi menekan angka stunting secara signifikan di wilayah Kabupaten Banyumas.
Pelaksanaan kegiatan ini berfokus pada kolaborasi yang kuat dan penyampaian materi yang komprehensif, di antaranya:
-
Sinergi Instansi: Merupakan kerja sama terpadu antara Kantor Kementerian Agama dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas.
-
Materi Pembekalan: Menitikberatkan pada edukasi kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga, serta pentingnya akses sanitasi yang layak.
-
Perspektif Keagamaan: Penguatan materi pencegahan stunting yang dikorelasikan dengan dalil-dalil agama, sehingga pesan kesehatan dapat diterima masyarakat dengan pendekatan yang lebih sejuk dan menyentuh sisi spiritual.
-
Sasaran Edukasi: Program ini ditargetkan secara intensif bagi para calon pengantin (catin), ibu hamil, serta orang tua yang memiliki anak balita.
Pascapembekalan ini, para Penyuluh Agama Islam KUA Banyumas akan memaksimalkan peran strategis mereka di lapangan melalui tiga langkah utama. Pertama, memaksimalkan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dengan memasukkan secara wajib materi pencegahan stunting dalam setiap sesi konseling calon pengantin. Kedua, memanfaatkan mimbar Khotbah dan Majelis Taklim untuk menyisipkan pesan-pesan kesehatan keluarga dalam setiap ceramah keagamaan. Ketiga, melakukan Pendampingan Lapangan secara aktif guna memantau langsung kondisi kesehatan keluarga di masing-masing desa binaan.
Melalui pembekalan yang terintegrasi ini, para penyuluh agama di lingkungan KUA Banyumas diharapkan siap menjadi garda terdepan. Mereka tidak hanya bertugas membangun kesadaran hukum dalam pernikahan, tetapi juga mengawal kesehatan umat demi mewujudkan generasi Banyumas yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. (Diah)
