Tingkatkan Kompetensi Guru PAI Melalui Bintek Kaligrafi
Oleh HUMAS
Purwokerto-sebanyak 160 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Pertama (SMP) perwakilan dari seluruh sekolah negeri dan swasta di kabupaten Banyumas berkumpul di SMP Negeri 3 Purwokerto. Kegiatan ini merupakan program Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas untuk peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang dilaksanakan tanggal 21 sampai dengan 26 Mei 2025.
Dibuka secara resmi pada hari Rabu, tanggal 21 Mei 2025 oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs Joko Wiyono, M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan peningkatan kompetensi bagi guru merupakan keharusan, guru dituntut untuk meng-up grade kompetensinya terlebih di era digital yang sangat dinamis. Peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan bagi guru untuk dapat mengikuti perkembangan yang ada, selaras dengan peningkatan kompetensi yang dimilikinya. Juga disampaikan bahwa seni adalah cara orang menunjukkan sisi romantisme dalam dirinya, dan kaligrafi adalah salah satu komptensi bagi seorang guru Agama dalam mengekpresikan jiwa seninya. “ Seni adalah cara menunjukkan sisi romantis dan memperhalus rasa”pungkasnya.
Hadir pada kegiatan tersebut, H. Naufal Iskandar, S.H.I, Kasi PAI yang baru Kementerian agama Kabupaten Banyumas. Dalam sambutannya menekankan pentingnya Kerjasama diantara stake holder yang ada untuk saling bahu membahu dan bekerjasama memajukan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Banyumas. “Naufal Iskandar adalah nama dimana orang membayangkan orangnya tinggi dan besar tapi begitu hadir tenyata pendek dan kecil” disambut dengan riuh tawa seluruh peserta disampaikan diawal sambutannya memperkenalkan diri sebagai Kasi Pai yang baru Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.
Amir Husaini, Praktisi dan kaligrafer sebagai salah satu nara sumber mengajak peserta untuk memahami kriteria penilaian dalam lomba kaligrafi MAPSI yang disusun Panitia MAPSI Provinsi kebenaran tulisan 40 %, khat 20 %, harmonisasi 20 %, kreativitas 20 %. Dalam penilaian tulisan maka harus di perhatikan kaidah penulisan secara nadzahiri maupun bashari. Dalam khat peserta mampu menampilkan sebanyak mungkin jenis khat dengan mempertimbangankan faktor kecukupan ayat dan ruang pada kanvas serta kerumitan jenis khat yang digunakan. Harmonisasi bisa menghadirkan padauan warna dan aksesoris yang digunakan. Dalam point kreativitas sebaiknya pelatih mengarahkan untuk membuat kreasi baru, bukan dari hasil karya yang sudah ada, atau menduplikasi yang juara pada tahun sebelumnya. “seandainya ada duplikasi karya sebaiknya di combine dengan karya lain, kalau ini terbaca oleh juri, maka nilai kreatifitas menjadi rendah” tuturnya mengawali sesi dihari pertama pelatihan.
Dalam kegiatan ini peserta juga dibekali dengan penyusunan Instrumen Penilaian yang berbasis TIK, Materi ini disampaikan oleh Abdul Rozak dan Rano Subkhi, selaku sekretaris MGMP PAI SMP kabupaten Banyumas. Materi ini bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan instrument penilian yang relevan dalam perkembangan teknologi dan informasi, guna menunjang proses pembelajaran yang efektif dan Efisien. “Kami berharap bapak/ibu guru PAI dapat terbantu dalam melaksanakan assessment dan lebih menantang bagi siswa dan tidak terbatas pada penggunaan g-form saja” tuturnya.(tum)
