Bangun Mental Tangguh di Pesantren: MTs Modern Al Azhary Ajibarang Bekali Santri Kelas VII Lewat Seminar Bimbingan Konseling
Oleh HUMAS
Ajibarang - Tinggal dan menimba ilmu di pondok pesantren bukan sekadar proses transfer ilmu agama dan akademis semata, melainkan sebuah perjalanan panjang yang sarat akan pembentukan karakter, tempaan mental, serta pendewasaan diri bagi setiap santri. Menyadari pentingnya masa-masa transisi adaptasi bagi siswa baru di lingkungan asrama, MTs Modern Al Azhary Ajibarang dengan penuh antusias menyelenggarakan kegiatan Seminar Bimbingan. Senin (05/10)
Kegiatan bernilai edukatif dan psikologis ini dirancang khusus untuk merangkul para santri agar lebih siap mental, adaptif, dan optimis dalam menjalani hari-hari di lingkungan pesantren.
Mengangkat tema utama yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan asrama, yaitu “Aku Bisa Lebih Baik: Belajar Betah, Peduli, Tanggung Jawab, dan Saling Menguatkan di Pondok”, acara ini menghadirkan seorang narasumber profesional yang ahli di bidangnya, yakni Davita Variani, Psikolog. Kehadiran narasumber kompeten ini memberikan warna tersendiri karena materi disampaikan secara interaktif, menyentuh realitas keseharian santri, serta memberikan solusi psikologis atas berbagai tantangan yang sering dihadapi anak usia remaja saat pertama kali hidup mandiri jauh dari orang tua.
Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa fase awal kehidupan di pondok sering kali diwarnai oleh berbagai tantangan psikologis, mulai dari rasa rindu rumah (homesick), penyesuaian diri dengan jadwal yang padat, hingga interaksi sosial dengan ratusan teman dari berbagai latar belakang berbeda. Oleh karena itu, melalui seminar ini para santri kelas VII diajak untuk menyelami dan menginternalisasi empat pilar utama pembentukan karakter positif.
Pilar pertama adalah belajar merasa nyaman dan betah. Para santri dibimbing untuk melihat dinamika dan aturan di pondok bukan sebagai sebuah beban atau tekanan, melainkan sebagai kawah candradimuka yang akan menempa mereka menjadi pribadi yang mandiri dan tahan banting.
Pilar kedua adalah menumbuhkan rasa peduli dan kebersamaan. Hidup di asrama menuntut tingginya solidaritas antarteman; di sinilah rasa empati dipupuk agar para santri saling merangkul, menganggap teman sebaya sebagai saudara sendiri, dan menghilangkan ego pribadi demi keharmonisan bersama.
Pilar ketiga berfokus pada menanamkan rasa tanggung jawab. Kedisiplinan dalam menjalankan tugas-tugas harian, merawat kebersihan diri dan lingkungan, serta mematuhi tata tertib madrasah dan asrama menjadi tolok ukur utama kedewasaan seorang santri. Sedangkan pilar keempat adalah saling mendukung dan menguatkan dalam setiap kebaikan (support system yang positif).
Dengan ekosistem sosial yang saling menguatkan, energi positif akan terbangun di lingkungan pesantren, meminimalisir gesekan sosial, dan menciptakan atmosfer belajar yang kondusif.Melalui penyelenggaraan seminar ini, MTs Modern Al Azhary Ajibarang tidak hanya ingin mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mengusung visi besar untuk melahirkan “Remaja Hebat, Masa Depan Kuat” dengan berlandaskan semangat “Karakter Unggul, Prestasi Gemilang”.
Pihak madrasah berharap kegiatan ini mampu menjadi momentum penting bagi para santri kelas VII untuk semakin mengenali potensi diri, meredam kecemasan, serta mengubah tantangan menjadi peluang untuk berkembang. Pada akhirnya, sinergi yang kuat antara guru, pembimbing asrama, dan para santri ini diyakini mampu mewujudkan lingkungan pesantren yang hangat, menyenangkan, penuh kekeluargaan, serta menjadi rumah kedua yang inspiratif bagi lahirnya generasi Islam yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan.
