HUT RI #81

Menepati Janji Yang Pernah Diucapkan, Harapan KUA Jatilawang Kepada Catin

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Setiap pernikahan memiliki waktunya sendiri. Ada tanggal yang kelak dikenang sebagai awal perjalanan dua insan, ada jam yang menjadi saksi ketika sebuah janji diucapkan dengan penuh kesungguhan. Karena itu, sebelum hari bahagia tiba, berbagai persiapan perlu dimatangkan agar pelaksanaan akad nikah dapat berlangsung dengan tertib dan penuh ketenangan. (Selasa, 6/10)

Hal tersebut dilakukan oleh Calon Pengantin (Catin) Kusdiyanto dan Kamisah yang berkoordinasi dengan Iskandar Zulkarnain, Kepala KUA Jatilawang, terkait tanggal dan jam pelaksanaan pernikahan.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam rangka memastikan rencana pelaksanaan akad nikah dapat dipersiapkan dengan baik. Kepastian mengenai waktu pelaksanaan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh calon pengantin, keluarga, maupun pihak KUA agar seluruh rangkaian pelayanan dan persiapan pernikahan dapat berjalan secara tertib.

Dalam koordinasi tersebut, Kusdiyanto dan Kamisah memperoleh penjelasan serta arahan mengenai penentuan waktu pelaksanaan pernikahan sesuai dengan rencana dan ketentuan administrasi yang berlaku. Komunikasi yang baik antara calon pengantin dan pihak KUA menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pernikahan yang jelas, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

Bagi calon pengantin, tanggal dan jam pernikahan bukan sekadar catatan dalam kalender. Di balik sebuah tanggal, tersimpan harapan. Di balik sebuah jam, ada dua hati yang bersiap mengucapkan janji untuk saling menjaga dalam suka maupun duka.

Hari yang selama ini mungkin hanya menjadi impian perlahan mendekati kenyataan. Sebuah perjalanan baru akan dimulai, bukan lagi sebagai dua pribadi yang berjalan sendiri-sendiri, tetapi sebagai pasangan yang belajar menyatukan langkah dalam kehidupan rumah tangga.

Iskandar Zulkarnain juga memberikan perhatian terhadap pentingnya kesiapan calon pengantin dalam menghadapi hari akad. Ketepatan waktu dan kesiapan seluruh pihak merupakan bagian dari ikhtiar agar prosesi pernikahan dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Koordinasi sederhana tersebut sesungguhnya menyimpan makna yang besar. Sebab pernikahan yang baik tidak hanya dipersiapkan dengan pakaian terbaik, tempat yang indah, atau acara yang meriah, tetapi juga dengan ketelitian, kesiapan, dan kesungguhan hati.

Bagi Kusdiyanto dan Kamisah, penetapan tanggal dan jam pelaksanaan pernikahan menjadi satu langkah kecil menuju sebuah babak kehidupan yang lebih panjang. Setelah hari itu tiba, akan ada rumah yang harus dirawat, tanggung jawab yang harus dipikul, dan cinta yang harus terus dipelihara.

Sebab akad bukanlah akhir dari persiapan pernikahan. Akad adalah awal dari perjalanan panjang untuk belajar menjadi pasangan yang saling memahami, saling menguatkan, dan saling menjaga.

Semoga tanggal yang dipilih menjadi hari yang penuh keberkahan, waktu yang ditetapkan menjadi awal dari kebahagiaan, dan ikrar yang kelak terucap menjadi janji yang senantiasa dijaga hingga usia menua.

Karena pada akhirnya, pernikahan bukan hanya tentang kapan dua insan dipertemukan dalam sebuah akad, tetapi tentang bagaimana setelah hari itu mereka terus memilih untuk berjalan