HUT RI #81

Belajar Matematika Lebih Bermakna! Siswa Kelas XI IPS MA Al Ikhsan Beji Dalami Bunga Tunggal dan Majemuk melalui Diskusi Kolaboratif

MA Al Ikhsan Beji
MA Al Ikhsan Beji
14 Okt 2026
30x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 16-10-2026 11:28
SHARE

Banyumas — Pembelajaran Matematika di kelas XI IPS MA Al Ikhsan Beji berlangsung aktif, interaktif, dan penuh antusiasme. Mengangkat materi Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk, kegiatan pembelajaran dirancang untuk mendorong siswa memahami konsep matematika sekaligus mengaitkannya dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Rabu (14/10)

Pembelajaran yang diampu oleh Feri Sulistyaningrum, ini menggunakan model Problem Based Learning (PBL), yaitu model pembelajaran berbasis masalah yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses menemukan solusi. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mempelajari rumus, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.

Kegiatan diawali dengan pembagian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai panduan bagi siswa dalam mengeksplorasi materi. Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan permasalahan yang berkaitan dengan bunga tunggal dan bunga majemuk. Setiap kelompok bekerja sama dalam memahami persoalan, melakukan perhitungan, serta menyusun hasil diskusi untuk dipresentasikan.

Suasana kelas semakin dinamis ketika setiap kelompok mendapat kesempatan untuk maju dan memaparkan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok lain turut berpartisipasi dengan mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan, serta mendiskusikan perbedaan jawaban. Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang komunikatif sekaligus melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan mempertanggungjawabkan hasil pemikirannya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang baik, baik ketika berdiskusi bersama kelompok maupun saat mengikuti sesi presentasi dan tanya jawab. Seluruh rangkaian pembelajaran berjalan lancar sesuai dengan kegiatan yang telah dirancang.

Guru Mata Pelajaran Matematika, Feri Sulistyaningrum, berharap penerapan model Problem Based Learning dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi yang dipelajari.

“Melalui pembelajaran berbasis masalah ini, saya berharap siswa tidak hanya mampu memahami dan menggunakan rumus bunga tunggal maupun bunga majemuk, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika memahami tabungan, pinjaman, dan perencanaan keuangan. Saya juga berharap kegiatan diskusi dan presentasi seperti ini dapat melatih keberanian, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kerja sama antarsiswa,” ungkapnya.

Menurutnya, pembelajaran Matematika akan lebih bermakna ketika siswa terlibat secara langsung dalam proses menemukan jawaban. Dengan berdiskusi, bertanya, dan mempresentasikan hasil pekerjaan, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar dari berbagai sudut pandang sekaligus mengembangkan kemandirian dalam menyelesaikan masalah.

Kegiatan pembelajaran ini menjadi salah satu upaya MA Al Ikhsan Beji dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Melalui model Problem Based Learning, Matematika tidak lagi sekadar dipandang sebagai kumpulan angka dan rumus, tetapi sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan nyata.

Diharapkan, pengalaman belajar ini mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan komunikasi, serta kepercayaan diri siswa dalam menghadapi berbagai persoalan, baik di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari.