HUT RI #81

Bimluh MT Wali Murid RA Diponegoro Rancabanteng Berlangsung Antusias

K
KUA Wangon
13 Okt 2026
8x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 13-10-2026 13:42
SHARE

Banyumas – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) melalui Majelis Taklim (MT) Wali Murid RA Diponegoro Rancabanteng. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali murid dengan penuh antusias. Bimluh menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antara penyuluh agama dan para wali murid dalam membangun keluarga yang religius dan harmonis. Selasa (13/10)

Kehadiran seluruh wali murid menunjukkan tingginya perhatian terhadap kegiatan pembinaan keagamaan. Para peserta mengikuti kegiatan dengan semangat, menyimak materi yang disampaikan, serta berpartisipasi dalam suasana yang akrab dan komunikatif. Majelis taklim ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi orang tua untuk memperkuat pemahaman agama dan menerapkannya dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Zainur menyampaikan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak sejak usia dini. “Antusiasme seluruh wali murid menjadi semangat tersendiri dalam pelaksanaan penyuluhan. Orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak, sehingga penting untuk terus belajar, memberikan teladan yang baik, dan menanamkan nilai-nilai agama melalui kebiasaan sehari-hari di rumah,” ungkap Zainur.

Menurut Zainur, kegiatan majelis taklim wali murid tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat kerja sama antara orang tua dan lingkungan pendidikan. Dengan komunikasi dan pemahaman yang baik, pendidikan karakter anak dapat dilakukan secara berkesinambungan, baik di rumah maupun di lembaga pendidikan. Karena itu, partisipasi aktif para wali murid menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan anak.

Melalui kegiatan Bimluh MT Wali Murid RA Diponegoro Rancabanteng, KUA Wangon berharap pembinaan keagamaan bagi keluarga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Antusiasme peserta diharapkan menjadi motivasi untuk mengikuti kegiatan serupa secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara penyuluh agama, orang tua, dan lembaga pendidikan, diharapkan tumbuh generasi yang berakhlak mulia, berkarakter baik, serta memiliki dasar keagamaan yang kuat.(srf)