Bimluh MT Wali Murid RA Diponegoro Rancabanteng, Penyuluh Ajak Jamaah Pahami Sistem Pemerintahan Batin
Banyumas – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) pada Majelis Taklim (MT) Wali Murid RA Diponegoro Rancabanteng. Kegiatan ini mengangkat materi bertajuk “Sistem Pemerintahan Batin: Akal sebagai Perdana Menteri, Nafsu sebagai Jenderal dan Pasukannya, Hati atau Qalbu sebagai Rajanya.” Materi tersebut mengajak jamaah memahami pentingnya mengelola pikiran, mengendalikan hawa nafsu, dan menjaga kebersihan hati sebagai dasar membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Selasa (13/10)
Dalam penyampaiannya, Zainur menjelaskan bahwa kehidupan batin manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah pemerintahan. Hati atau qalbu menjadi raja yang menentukan arah kehidupan, akal berperan sebagai perdana menteri yang mempertimbangkan berbagai keputusan, sedangkan nafsu diibaratkan sebagai jenderal beserta pasukannya yang memiliki kekuatan untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu. Apabila seluruh unsur tersebut berjalan secara seimbang dan sesuai tuntunan agama, seseorang akan lebih mampu membedakan perbuatan yang baik dan buruk.
Zainur menyampaikan bahwa akal perlu digunakan untuk mempertimbangkan setiap tindakan, sementara nafsu harus diarahkan dan dikendalikan agar tidak menguasai hati. “Hati merupakan pusat yang menentukan arah perilaku seseorang. Akal harus digunakan untuk berpikir jernih, sedangkan nafsu perlu dikendalikan agar tidak membawa kita pada tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama. Ketika hati dijaga dengan iman dan akal digunakan secara bijaksana, insyaallah perilaku kita akan lebih terarah,” ungkap Zainur.
Salah seorang ibu jamaah MT Wali Murid RA Diponegoro Rancabanteng menyambut baik materi yang disampaikan karena memberikan sudut pandang yang menarik tentang pengendalian diri. Menurutnya, pemahaman tersebut penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mendidik anak dan membangun hubungan harmonis di dalam keluarga. “Materi ini mengingatkan kami agar tidak mudah terbawa emosi ketika menghadapi persoalan. Sebagai orang tua, kami perlu belajar mengendalikan diri, berpikir sebelum bertindak, dan memberikan teladan yang baik kepada anak-anak,” tuturnya.
Melalui kegiatan Bimluh ini, KUA Wangon berharap jamaah semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara akal, nafsu, dan hati dalam menjalani kehidupan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pola pengasuhan anak, hubungan keluarga, serta kehidupan bermasyarakat. Dengan hati yang terjaga, akal yang digunakan secara bijaksana, dan nafsu yang terkendali, para orang tua diharapkan mampu menjadi teladan bagi anak-anak sekaligus membangun keluarga yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.(srf)
