HUT RI #81

Bimwin Lintas Negara, Penyuluh Bekali Catin Beji dan India Menuju Keluarga Sakinah

Oleh Pokjaluh
SHARE

Kedungbanteng – Penyuluh Agama Islam KUA Kedungbanteng, Ahmad Iqwamul Insif, memberikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada pasangan calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan lintas negara. Catin perempuan berasal dari Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, sementara calon pengantin laki-laki berasal dari Kashmir, India. Selasa (15/09)

Bimbingan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pasangan yang memiliki latar belakang negara dan budaya berbeda agar mampu membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, saling menghargai, dan berlandaskan nilai-nilai agama.

Dalam kegiatan tersebut, Insif memberikan pembekalan mengenai kesiapan membangun keluarga, hak dan kewajiban suami istri, komunikasi dalam rumah tangga, pengelolaan perbedaan budaya, serta pentingnya saling memahami karakter dan kebiasaan masing-masing pasangan.

Menurut Insif, pernikahan lintas negara memiliki tantangan tersendiri karena pasangan tidak hanya menyatukan dua pribadi, tetapi juga perlu memahami perbedaan budaya, lingkungan sosial, bahasa, dan kebiasaan keluarga.

“Perbedaan latar belakang bukan menjadi penghalang untuk membangun keluarga yang harmonis. Justru dengan komunikasi yang terbuka, saling menghargai, dan berpegang pada nilai-nilai agama, perbedaan dapat menjadi kekuatan dalam rumah tangga,” tutur Insif.

Kedua calon pengantin mengikuti kegiatan Bimwin dengan penuh perhatian. Mereka mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki kehidupan pernikahan, termasuk membangun kesepakatan bersama dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Melalui Bimwin lintas negara ini, KUA Kedungbanteng berupaya memastikan calon pengantin memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kehidupan berumah tangga. Harapannya, pasangan tersebut mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, meskipun berasal dari latar belakang negara dan budaya yang berbeda.