HUT RI #81

Dari Akad Menuju Kehidupan Baru, Penghulu Titipkan Pesan untuk Pengantin

KUA Lumbir
KUA Lumbir
12 Okt 2026
6x dibaca
Diubah oleh yudi pada 12-10-2026 11:47
SHARE

BANYUMAS – Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan yang sah, melainkan juga menjadi awal perjalanan panjang untuk saling memahami, menjaga, dan bertumbuh bersama. Pesan penuh makna tersebut mengiringi prosesi pencatatan nikah yang dilaksanakan Penghulu KUA Kecamatan Lumbir, Akrom Anas, di Dusun Wanasri, Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Ahad (11/9).

Pasangan yang melangsungkan pernikahan tersebut adalah Wilis Pradana, pria asal Dusun Krapyak, Desa Lumbir, dengan Ana Oktafianah. Keduanya mengawali babak baru kehidupan rumah tangga dengan mengikuti prosesi pernikahan yang berlangsung khidmat dan penuh harapan. Momen sakral ini menjadi langkah awal bagi pasangan untuk membangun keluarga yang dilandasi komitmen, kasih sayang, dan tanggung jawab.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Akrom Anas memastikan pencatatan nikah berlangsung dengan tertib. Kehadiran penghulu tidak hanya menjadi bagian penting dalam proses administrasi dan keabsahan pernikahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan nasihat kepada kedua mempelai sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.

Dalam nasihatnya, Akrom menekankan pentingnya memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam keluarga. Ia mengingatkan istri agar menghormati dan menaati suami dalam hal-hal yang baik, sementara suami harus mampu menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin keluarga. Keduanya perlu saling menghargai, menjaga komunikasi, dan bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Menurutnya, rumah tangga yang harmonis tidak dibangun hanya dengan perasaan cinta, tetapi juga membutuhkan kedewasaan, kesabaran, dan kesediaan untuk saling menguatkan. Suami dan istri hendaknya tidak hanya berfokus pada hak masing-masing, tetapi juga berusaha memenuhi kewajiban serta menjaga kepercayaan yang telah menjadi fondasi hubungan mereka.

Menutup nasihatnya, Akrom menyampaikan pesan penting agar kedua mempelai tidak pernah berhenti belajar. Baginya, pernikahan merupakan ruang pembelajaran yang terus berlangsung, mulai dari belajar memahami pasangan, mengelola perbedaan, menyelesaikan persoalan, hingga mendidik anak dan membangun keluarga yang lebih baik. Setiap pengalaman dalam rumah tangga dapat menjadi pelajaran berharga apabila disikapi dengan hati terbuka.

“Jangan pernah berhenti belajar dan teruslah belajar, karena sejatinya kita harus belajar sejak dari buaian sampai ke liang lahat,” demikian pesan yang disampaikan Akrom kepada kedua mempelai. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu dan kebijaksanaan diperlukan sepanjang kehidupan, termasuk dalam menjalani peran baru sebagai suami dan istri.

Melalui pencatatan nikah ini, KUA Kecamatan Lumbir tidak hanya menjalankan pelayanan pencatatan pernikahan, tetapi juga turut menghadirkan bimbingan moral bagi pasangan yang akan membangun keluarga. Harapannya, Wilis Pradana dan Ana Oktafianah dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab, saling menghormati, serta terus belajar menjadi pasangan yang lebih baik demi terwujudnya keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.(tum)